Persib Raih Bintang Kelima, Bojan Hodak Ukir Rekor Bersejarah

Persib mendapat kabar baik setelah FIFA mencabut Registration Ban. Kini Maung Bandung bisa kembali fokus mempersiapkan skuad musim 2026/2027.(Darma/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Persib Bandung kembali mengukir sejarah di sepak bola nasional. Maung Bandung resmi mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi Indonesia tiga musim berturut-turut setelah memastikan gelar Super League 2025/2026.

Kepastian juara diraih seusai Persib bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga terakhir musim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Tambahan satu poin membuat Persib finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 angka.

Perolehan poin tersebut sejatinya sama dengan milik Borneo FC yang menang telak 7-1 atas Malut United. Namun, Persib unggul rekor pertemuan sehingga tetap berhak mempertahankan mahkota juara.

Keberhasilan ini menegaskan dominasi Persib dalam tiga musim terakhir. Setelah sukses meraih gelar Liga 1 2023/2024 dan 2024/2025, skuad asuhan Bojan Hodak kembali menunjukkan konsistensinya dengan mempertahankan trofi musim ini.

Gelar tersebut juga menjadi bintang kelima Persib pada era Liga Indonesia. Sebelumnya, klub kebanggaan Kota Bandung itu pernah menjadi juara Liga Indonesia 1994/1995, Liga Super Indonesia 2014, serta dua gelar Liga 1 secara beruntun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.

Jika dihitung sejak era perserikatan, Persib kini telah mengoleksi 10 trofi kompetisi kasta tertinggi nasional. Catatan itu menempatkan Persib sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Dalam laga penentuan melawan Persijap, Persib tampil agresif sejak menit awal. Thom Haye membuka ancaman melalui tendangan jarak jauh pada menit keempat, tetapi bola masih melambung. Peluang lain hadir lewat tandukan Berguinho dan Federico Barba yang juga belum mampu mengubah kedudukan.

Persijap bukan tanpa perlawanan. Tim tamu sempat mengancam melalui sundulan Dicky Kurniawan yang masih melenceng tipis dari gawang Teja Paku Alam.

Memasuki babak kedua, tekanan Persib semakin intens. Hodak memasukkan Luciano Guaycochea untuk menambah daya dobrak lini serang. Peluang emas didapat melalui tendangan bebas Thom Haye dan sepakan Andre Jung, tetapi kiper Persijap Muhammad Nurdiansyah tampil gemilang di bawah mistar.

Persib terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan. Uilliam Barros dan Ramon Tanque yang masuk sebagai pemain pengganti juga gagal memecah kebuntuan. Bahkan, Berguinho harus ditarik keluar pada menit ke-78 akibat cedera.

Meski gagal meraih kemenangan di laga terakhir, hasil imbang sudah cukup bagi Persib untuk memastikan sejarah besar. Seusai peluit panjang dibunyikan wasit Ko Hyungjin asal Korea Selatan, suasana GBLA langsung berubah menjadi lautan biru penuh euforia.

Para pemain, ofisial, dan ribuan Bobotoh larut dalam perayaan gelar juara yang terasa istimewa. Persib bukan hanya kembali menjadi kampiun, tetapi juga menegaskan diri sebagai penguasa baru sepak bola Indonesia lewat torehan tiga gelar liga secara beruntun.*

 

Pos terkait