Transfer Ban Persib Bandung, Manajemen Tegaskan Bukan Karena Tunggakan Gaji

Persib mendapat kabar baik setelah FIFA mencabut Registration Ban. Kini Maung Bandung bisa kembali fokus mempersiapkan skuad musim 2026/2027.(Darma/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Persib Bandung akhirnya buka suara terkait kabar sanksi larangan pendaftaran pemain baru atau transfer ban yang tercantum dalam sistem FIFA. Manajemen Maung Bandung menegaskan bahwa sanksi tersebut muncul akibat sengketa kontrak dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato, dan bukan karena tunggakan gaji maupun pelanggaran hak-hak pemain.

Menurut penjelasan klub, kasus tersebut bermula dari proses pemutusan kerja sama antara Persib dan Daisuke Sato pada 2023. Perselisihan kemudian berlanjut hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Dalam putusan akhirnya, nilai kompensasi yang harus dibayarkan Persib bahkan lebih rendah dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub. Saat ini, manajemen tengah menyelesaikan kewajiban yang telah ditetapkan dalam putusan tersebut.

Persib memastikan seluruh proses dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan menghormati keputusan hukum yang sudah berkekuatan tetap. Klub juga menyebut bahwa status transfer ban akan otomatis dicabut setelah kewajiban tersebut diselesaikan dan diverifikasi oleh FIFA. Dengan demikian, Persib nantinya kembali dapat mendaftarkan pemain baru seperti biasa.

Lebih lanjut, manajemen menegaskan bahwa persoalan ini tidak mengganggu operasional maupun agenda klub untuk menghadapi musim depan. Program persiapan tim, aktivitas transfer pemain, hingga pengelolaan organisasi tetap berjalan sesuai rencana.

Persib juga menilai sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan hal yang kerap terjadi dalam sepak bola profesional, bahkan pernah dialami sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Karena itu, Maung Bandung berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai ketentuan FIFA.*

Pos terkait