SATUMEDIA.ID – Amerika Serikat akan memulai petualangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D, Sabtu (13/6/2026) pukul 08.00 WIB di SoFi Stadium. Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, The Stars and Stripes tentu memikul ekspektasi besar untuk tampil jauh di hadapan pendukungnya sendiri. Selain Paraguay, mereka juga harus bersaing dengan Australia dan Turki untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Piala Dunia 2026 menjadi momen spesial bagi Amerika Serikat karena ini adalah kali kedua mereka menjadi tuan rumah setelah edisi 1994. Pada turnamen tersebut, perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar setelah takluk 0-1 dari Brasil lewat gol tunggal Bebeto. Brasil kemudian keluar sebagai juara dunia usai mengalahkan Italia melalui adu penalti dalam final yang dikenang karena kegagalan Roberto Baggio mengeksekusi tendangan penentu.
Edisi 1994 juga menyimpan cerita lain yang tak kalah bersejarah. Turnamen itu menjadi panggung terakhir Diego Maradona di ajang kompetitif internasional sebelum legenda Argentina tersebut dijatuhi sanksi akibat kasus doping yang mengguncang dunia sepak bola.
Kini, 32 tahun berselang, Amerika Serikat datang dengan kekuatan yang jauh lebih matang. Di bawah arahan Mauricio Pochettino, skuad Negeri Paman Sam dihuni banyak pemain yang berkiprah di kompetisi elite Eropa. Christian Pulisic menjadi motor serangan setelah tampil impresif bersama AC Milan. Di lini depan ada Folarin Balogun dari AS Monaco, sementara Timothy Weah yang kini membela Marseille siap memberikan ancaman dari sektor sayap. Keseimbangan tim juga ditopang Weston McKennie dari Juventus dan bek kiri andalan Fulham, Antonee Robinson.
Dibandingkan para pesaing di Grup D, Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang sangat kompetitif. Turki mungkin menjadi lawan terberat yang kualitasnya relatif seimbang, namun secara keseluruhan skuad asuhan Pochettino tetap memiliki modal yang cukup untuk keluar sebagai juara grup.
Secara permainan, Amerika Serikat dikenal mengusung sepak bola modern dengan tempo tinggi. Mereka mengandalkan pressing agresif, transisi cepat, serta kekuatan fisik yang menjadi ciri khas tim-tim Amerika Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga semakin nyaman memainkan penguasaan bola dan membangun serangan dari lini belakang, menjadikan permainan mereka lebih variatif dan sulit ditebak.
Bermain di rumah sendiri tentu membuat target Amerika Serikat tidak sekadar lolos dari fase grup. Dukungan puluhan ribu suporter di setiap pertandingan membuat mereka berambisi mengulang bahkan melampaui pencapaian terbaik sepanjang sejarah, yakni mencapai semifinal pada Piala Dunia 1930. Dengan komposisi skuad yang dimiliki saat ini, mimpi untuk menembus perempat final atau bahkan semifinal bukanlah sesuatu yang mustahil bagi tim berjuluk The Stars and Stripes tersebut.*





