SATUMEDIA.ID – Timnas Paraguay akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, pada laga perdana Grup D yang berlangsung Sabtu (13/6/2026) pukul 08.00 WIB di SoFi Stadium. Selain Amerika Serikat, Paraguay juga harus bersaing dengan Turki dan Australia dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar.
Bagi Paraguay, keikutsertaan kali ini memiliki arti yang sangat spesial. Setelah absen dalam tiga edisi beruntun, Los Guaraníes akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia. Turnamen 2026 menjadi penampilan kesembilan mereka sepanjang sejarah sekaligus kesempatan untuk mengembalikan nama Paraguay ke peta persaingan sepak bola dunia.
Kenangan terbaik Paraguay di Piala Dunia tentu masih melekat pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Saat itu mereka tampil mengejutkan dengan menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Perjalanan impresif tersebut baru terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol melalui gol David Villa. Ironisnya, Spanyol kemudian keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Kebangkitan Paraguay tidak lepas dari sentuhan pelatih Gustavo Alfaro yang mulai menangani tim pada September 2024. Pelatih asal Argentina tersebut sukses membawa Paraguay lolos langsung dari kualifikasi zona CONMEBOL dengan finis di posisi keenam. Di bawah arahannya, Paraguay kembali menemukan identitas permainan yang sempat hilang dalam beberapa tahun terakhir.
Meski tidak memiliki skuad semewah Amerika Serikat atau Turki, Paraguay tetap memiliki sejumlah pemain yang mampu membuat perbedaan. Miguel Almirón masih menjadi sosok sentral berkat pengalaman panjangnya di level internasional. Mantan pemain Newcastle United yang kini membela Atlanta United itu diharapkan menjadi motor serangan sekaligus pemimpin di lapangan. Sementara itu, Julio Enciso hadir sebagai harapan baru sepak bola Paraguay. Penampilannya yang terus berkembang bersama RC Strasbourg membuatnya menjadi pemain yang paling dinantikan aksinya di turnamen ini.
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Paraguay memang tidak masuk dalam daftar unggulan. Namun justru kondisi tersebut bisa menjadi keuntungan tersendiri. Mereka datang tanpa tekanan besar dan memiliki kesempatan untuk bermain lebih lepas dibandingkan lawan-lawannya. Dalam sejarah Piala Dunia, tim-tim seperti Paraguay kerap menjadi batu sandungan bagi negara-negara favorit karena kemampuan mereka memanfaatkan setiap celah yang ada.
Gaya bermain Paraguay dikenal sangat pragmatis dan efektif. Mereka mengutamakan organisasi pertahanan yang disiplin, duel fisik yang kuat, serta transisi cepat saat merebut bola. Di bawah Gustavo Alfaro, La Albirroja tidak terlalu fokus pada penguasaan bola, melainkan lebih memilih menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik mematikan. Strategi semacam ini terbukti mampu menyulitkan banyak tim besar sepanjang perjalanan mereka di babak kualifikasi.
Menghadapi Amerika Serikat di laga pembuka tentu menjadi ujian berat. SoFi Stadium diperkirakan akan dipenuhi oleh puluhan ribu pendukung tuan rumah yang siap memberikan tekanan sejak menit pertama. Namun Paraguay memiliki pengalaman panjang menghadapi situasi sulit dan mereka sadar bahwa hasil positif pada pertandingan pertama bisa menjadi modal besar untuk menjaga peluang lolos dari Grup D.
Target utama Paraguay adalah menembus fase gugur dan melangkah sejauh mungkin. Bahkan, mimpi untuk mengulangi pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2010 masih hidup di benak para pemain dan pendukungnya. Dengan kombinasi pengalaman, disiplin taktik, serta semangat untuk membuktikan diri setelah lama absen, Paraguay berpotensi menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026.*





