Sempat Ditahan Indonesia, Australia Kini Berburu Kejutan di Piala Dunia

Skuad Australia di Piala Dunia 2026.(instagram @socceroos).**

SATUMEDIA.ID – Timnas Australia akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Turki pada laga perdana Grup D, Minggu (14/6/2026) pukul 11.00 WIB di BC Place Stadium, Vancouver. Selain Turki, Socceroos juga harus bersaing dengan tuan rumah Amerika Serikat dan Paraguay dalam grup yang diprediksi berlangsung ketat.

Bagi Australia, ini merupakan penampilan ketujuh mereka di ajang Piala Dunia. Sejak debut pada edisi 1974, tim Negeri Kanguru perlahan menjelma menjadi salah satu kekuatan paling konsisten di kawasan Asia. Namun, perjalanan mereka di panggung dunia tidak selalu mulus.

Dari enam penampilan sebelumnya, Australia hanya dua kali berhasil melangkah ke fase gugur, yakni pada Piala Dunia 2006 dan 2022. Pada edisi terakhir di Qatar, mereka mencuri perhatian setelah sukses lolos dari grup sebelum akhirnya tersingkir di babak 16 besar usai kalah tipis 2-1 dari Argentina, tim yang kemudian keluar sebagai juara dunia.

Perjalanan Australia menuju Piala Dunia 2026 juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Bahkan, mereka sempat mengalami periode sulit pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Salah satu hasil yang paling menyita perhatian terjadi ketika Australia ditahan imbang Timnas Indonesia tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 September 2024. Saat itu, skuad asuhan Graham Arnold dibuat frustrasi oleh disiplin pertahanan Indonesia yang dilatih Shin Tae-yong.

Jackson Irvine dan rekan-rekannya gagal membongkar pertahanan Garuda sepanjang pertandingan. Hasil tersebut semakin memperburuk situasi Australia yang sebelumnya juga menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bahrain di kandang sendiri.

Rentetan hasil buruk itu akhirnya membuat Federasi Sepak Bola Australia mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama Graham Arnold.

Posisi pelatih kemudian dipercayakan kepada Tony Popovic. Mantan bek Crystal Palace tersebut berhasil mengembalikan stabilitas tim dan membawa Australia mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Di bawah arahan Popovic, Australia tampil lebih disiplin dan terorganisir. Mereka mengandalkan keseimbangan antara pengalaman pemain senior dan energi para pemain muda yang mulai berkembang di kompetisi domestik maupun Eropa.

Nama-nama seperti Jackson Irvine, Harry Souttar, hingga kapten sekaligus penjaga gawang veteran Matt Ryan masih menjadi tulang punggung tim. Pengalaman mereka di level internasional menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan turnamen sebesar Piala Dunia.

Jika melihat komposisi Grup D, Australia memang bukan tim yang paling diunggulkan. Amerika Serikat sebagai tuan rumah memiliki keuntungan besar, sementara Turki datang dengan generasi pemain berbakat yang sedang berkembang pesat. Paraguay pun dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan dalam turnamen besar.

Meski demikian, Australia bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Status nonunggulan justru bisa menjadi keuntungan bagi Socceroos untuk bermain tanpa beban dan menciptakan kejutan.

Kenangan manis Piala Dunia 2022 menjadi bukti bahwa Australia mampu melampaui ekspektasi banyak pihak. Saat itu, mereka berhasil lolos dari grup yang dihuni tim-tim kuat dan menunjukkan mentalitas bertanding yang luar biasa.

Secara taktik, Tony Popovic kerap menggunakan formasi 4-2-3-1 yang mengutamakan organisasi permainan, disiplin bertahan, serta efektivitas saat melakukan transisi menyerang.

Australia dikenal sebagai tim yang kuat dalam duel fisik, berbahaya dalam situasi bola mati, dan memiliki pergerakan tanpa bola yang konsisten. Mereka juga cukup efektif memanfaatkan serangan balik cepat ketika menghadapi lawan yang lebih dominan dalam penguasaan bola.

Dengan karakter permainan seperti itu, Australia berpotensi menyulitkan siapa pun di Grup D.

Perjalanan menuju fase gugur memang tidak akan mudah. Namun, jika mampu mempertahankan soliditas permainan dan memaksimalkan pengalaman para pemain seniornya, Socceroos memiliki peluang untuk kembali menorehkan kisah manis di panggung terbesar sepak bola dunia.

Pos terkait