Mesir di Piala Dunia 2026: Misi Mohamed Salah Akhiri Kutukan Tanpa Kemenangan

Skuad Mesir di Piala Dunia 2026.(instagram @egyptmnt).**

SATUMEDIA.ID – Timnas Mesir akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan tantangan besar. The Pharaohs dijadwalkan menghadapi salah satu kekuatan utama Eropa, Belgia, pada laga perdana Grup G yang berlangsung Selasa (16/6/2026) pukul 02.00 WIB di Lumen Field, Seattle. Stadion berkapasitas lebih dari 68 ribu penonton itu akan menjadi saksi langkah awal Mesir dalam upaya mengukir sejarah baru di panggung sepak bola dunia.

Selain Belgia, Mesir juga tergabung bersama Iran dan Selandia Baru dalam grup yang dinilai cukup kompetitif. Meski Belgia menjadi unggulan utama, peluang untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya masih terbuka bagi ketiga tim lainnya, termasuk Mesir yang datang dengan modal impresif dari babak kualifikasi.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keempat Mesir sepanjang sejarah. Sebelumnya, mereka hanya tampil pada edisi 1934, 1990, dan 2018. Namun ada satu catatan yang terus menghantui negara Afrika Utara tersebut: mereka belum pernah meraih satu kemenangan pun di putaran final Piala Dunia.

Dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan dalam tiga edisi berbeda, Mesir belum mampu mencatatkan kemenangan. Karena itu, turnamen kali ini bukan sekadar tentang lolos dari grup, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk mengakhiri penantian panjang yang telah berlangsung hampir satu abad.

Mesir datang ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil luar biasa pada babak kualifikasi zona Afrika. Mereka keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi 26 poin dari 10 pertandingan. Catatan mereka sangat mengesankan: delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan tanpa satu kekalahan pun. Tak hanya itu, lini pertahanan Mesir tampil nyaris sempurna dengan hanya kebobolan dua gol sepanjang kualifikasi, sementara lini depan mampu mencetak 20 gol. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Mesir bukan sekadar tim yang sulit dikalahkan, tetapi juga memiliki keseimbangan yang baik antara pertahanan dan serangan.

Di bawah arahan Hossam Hassan yang menangani tim sejak Februari 2024, Mesir tetap mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman yang berkiprah di kompetisi elite Eropa.

Nama terbesar tentu saja Mohamed Salah. Kapten tim sekaligus legenda hidup sepak bola Mesir itu masih menjadi tumpuan utama dalam urusan mencetak gol maupun memimpin rekan-rekannya di lapangan. Pengalaman Salah di level tertinggi diharapkan mampu menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

Selain Salah, ada Omar Marmoush yang kini memperkuat Manchester City. Meski performanya di level klub musim ini belum terlalu produktif, Marmoush kerap menunjukkan wajah berbeda ketika mengenakan seragam tim nasional. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya memanfaatkan ruang membuatnya menjadi senjata penting dalam skema serangan Mesir.

Menariknya, sebagian besar skuad Mesir masih dihuni pemain-pemain yang berkarier di liga domestik. Meski secara individu tidak sepopuler para pemain Belgia, kondisi ini justru membuat tim memiliki chemistry yang kuat serta pemahaman taktik yang lebih solid.

Hossam Hassan membangun Mesir sebagai tim yang sulit ditembus. The Pharaohs dikenal menerapkan pendekatan pragmatis dengan mengutamakan organisasi pertahanan yang rapi, blok rendah (low block), serta transisi cepat ketika merebut bola.

Mereka tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efektif dalam memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan. Serangan melalui kedua sisi lapangan menjadi salah satu senjata utama, terutama ketika bola berhasil dialirkan kepada Salah atau Marmoush.

Gaya bermain seperti ini kerap menjadi ancaman bagi tim-tim besar yang lebih dominan menguasai permainan. Dengan disiplin tinggi dan kerja sama kolektif yang kuat, Mesir berpotensi menyulitkan siapa pun di Grup G.

Target utama Mesir di Piala Dunia 2026 sangat jelas: lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dengan pengalaman Salah, ketangguhan lini belakang, serta performa impresif selama kualifikasi, mimpi tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Laga melawan Belgia akan menjadi ujian pertama sekaligus tolok ukur sejauh mana kesiapan mereka bersaing di level tertinggi. Jika mampu meraih hasil positif pada pertandingan pembuka, kepercayaan diri Mesir bisa meningkat drastis untuk menghadapi Iran dan Selandia Baru.

Setelah puluhan tahun menunggu dan tiga kali gagal meninggalkan jejak berarti di Piala Dunia, The Pharaohs kini datang dengan harapan baru. Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung bagi Mesir untuk akhirnya mengakhiri penantian panjang dan menulis babak terbaik dalam sejarah sepak bola mereka.*

Pos terkait