Mengapa Jude Bellingham Tak Dikartu Merah Meski Menutupi Mulut?

Jude Bellingham, pemain Timnas Inggris.(instagram @judebellingham).**

SATUMEDIA.ID – Momen Jude Bellingham menutupi mulut saat berbincang dengan kapten Ghana, Jordan Ayew, dalam laga Piala Dunia 2026 sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar. Banyak yang mempertanyakan mengapa gelandang Timnas Inggris itu tidak mendapat kartu merah, mengingat FIFA telah menerapkan aturan baru terkait tindakan menutupi mulut saat berbicara di lapangan.

Namun, FIFA menegaskan bahwa tindakan menutupi mulut tidak sepenuhnya dilarang. Hukuman kartu merah hanya akan diberikan apabila gestur tersebut dilakukan dalam situasi konfrontatif atau saat terjadi perselisihan antarpemain. Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebelumnya menjelaskan bahwa pemain tetap diperbolehkan menutupi mulut ketika berbincang secara normal, baik sebelum, selama, maupun setelah pertandingan, selama percakapan tersebut tidak bernuansa provokatif atau konflik.

Kasus yang menimpa gelandang Paraguay, Miguel Almiron, menjadi contoh penerapan aturan baru tersebut. Almiron menjadi pemain pertama yang diusir wasit karena dianggap melanggar aturan saat Paraguay menghadapi Turki. Insiden itu terjadi ketika suasana pertandingan memanas setelah sebuah pelanggaran memicu keributan antarpemain. Meski Almiron tidak terlibat langsung dalam kericuhan, VAR menilai tindakannya berbicara sambil menutupi mulut di tengah situasi panas layak diganjar kartu merah.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan aturan tersebut dibuat untuk menjaga sikap saling menghormati di lapangan sekaligus memberikan contoh yang baik kepada publik. Meski demikian, penerapan regulasi ini masih menuai perdebatan karena dinilai berpotensi disalahgunakan oleh pemain untuk memancing lawan mendapat kartu merah. Untuk saat ini, aturan tersebut baru diterapkan di Piala Dunia dan belum tentu akan diadopsi oleh kompetisi domestik di berbagai negara.*

Pos terkait