SATUMEDIA.ID – Timnas Cape Verde mencatatkan sejarah besar di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu resmi menjadi negara dengan populasi paling sedikit yang berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 525 ribu jiwa, Cape Verde sukses menembus fase 32 besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina.
Kepastian lolos didapat setelah Cape Verde bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H. Seusai pertandingan, para pemain bahkan berkumpul di pinggir lapangan sambil menyaksikan melalui telepon genggam hasil laga Spanyol kontra Uruguay. Kemenangan Spanyol memastikan Cape Verde finis sebagai runner-up grup. Momen tersebut disambut penuh haru oleh para pemain dan suporter yang tak kuasa menahan air mata.
Perjalanan Cape Verde di turnamen ini memang layak mendapat sorotan. Mereka membuka kiprah di Piala Dunia dengan menahan imbang Spanyol 0-0 berkat penampilan gemilang kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha. Setelah itu, Blue Sharks kembali menunjukkan kualitas dengan bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, dua kali juara dunia. Konsistensi di tiga pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa Cape Verde mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Kesuksesan Cape Verde tak lepas dari strategi jangka panjang federasi sepak bola mereka (FCF) yang memaksimalkan potensi diaspora. Dari 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia, sebanyak 14 pemain lahir di luar negeri, termasuk enam pemain yang berasal dari Rotterdam, Belanda. Kebijakan ini menjadi bagian dari proyek jangka panjang untuk membawa Cape Verde sejajar dengan negara-negara besar di dunia sepak bola. Hasilnya kini mulai terlihat, setelah mereka mampu menyingkirkan Kamerun di babak kualifikasi dan mencatat sejarah di panggung Piala Dunia.*





