SATUMEDIA.ID – UEFA melontarkan kritik tajam kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu memutuskan membatalkan sanksi larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Keputusan tersebut membuat Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, striker berusia 25 tahun itu menerima kartu merah ketika menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menilai keputusan FIFA telah melampaui batas dan berpotensi merusak prinsip dasar sepak bola. Menurut UEFA, aturan mengenai skorsing otomatis minimal satu pertandingan bagi pemain yang menerima kartu merah merupakan ketentuan yang bersifat mutlak dan tidak memerlukan interpretasi ataupun pengecualian dari pihak mana pun.
UEFA juga menegaskan bahwa aturan tersebut selama ini telah diterapkan secara konsisten kepada pemain lain yang mengalami situasi serupa sepanjang turnamen. Karena itu, pembatalan hukuman terhadap Balogun dinilai mencederai rasa keadilan serta membuka preseden yang berbahaya bagi jalannya kompetisi. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa jika aturan bisa diubah di tengah turnamen, maka integritas dan kredibilitas Piala Dunia akan dipertanyakan.
Lebih lanjut, UEFA menekankan bahwa sepak bola mendapat kepercayaan dari jutaan penggemar di seluruh dunia karena dimainkan dengan aturan yang sama di setiap level kompetisi. Mereka mengingatkan bahwa setiap keputusan dalam ajang sebesar Piala Dunia akan membawa dampak luas terhadap citra olahraga tersebut, sehingga konsistensi dalam penegakan regulasi harus tetap dijaga.
Di akhir pernyataannya, UEFA mengaku terkejut sekaligus sulit memahami keputusan FIFA yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut mereka, pembatalan sanksi terhadap Balogun bukan hanya menimbulkan kontroversi, tetapi juga berpotensi menjadi acuan bagi kasus-kasus serupa di masa mendatang yang dapat mengganggu jalannya kompetisi.*





