Pemkab OKI Tertarik dengan Penggunaan Aplikasi Digitalisasi Absensi ASN di Kabupaten Bandung

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Yosep Nugraha menjelaskan soal absensi digital di Kabupaten Bandung kepada rombongan pejabat dari Pemkab OKI, Jumat (3/5/2024)/Dokumen Diskominfo Kabupaten Bandung.

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan tertarik dengan penggunaan aplikasi digitalisasi absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung.

Terkait dengan itu, Pemkab OKI sengaja datang ke Pemkab Bandung ingin belajar lebih jauh terkait dengan kemudahan dan kelemahan penggunaan aplikasi absensi digitalisasi yang diterapkan di Pemkab Bandung.

Rombongan dari Pemkab OKI diterima di Bale Sawala Gedung Setda Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (3/5/2024). Dipimpin Asisten Administrasi Umum Hj Nursula., beserta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkab OKI dan jajaran pemerintah lainnya.

Asisten Administrasi Umum Pemkab OKI Hj. Nursula mengatakan, bahwa kunjungan ke Pemkab Bandung untuk melakukan studi tiru.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penyambutan dan ruang waktu ini. Kami ingin belajar lebih jauh studi tiru pada bidang pemerintah ini,” kata Nursula.

Nursula menjelaskan ingin belajar lebih jauh terkait dengan kemudahan dan kelemahan penggunaan aplikasi absensi digitalisasi yang diterapkan di Pemda Kabupaten Bandung.

“Penerapan aplikasi ini, kira-kira apa yang bisa diadopsi di Kabupaten Bandung. Kami ucapkan terima kasih. Kami mohon informasi, kemudahan dan regulasi penerapan aplikasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dari Pemkab Bandung diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) H. Yosep Nugraha beserta jajaran Diskominfo lainnya yang turut menyambut rombongan Pemkab OKI.

“Kehadiran jajaran Pemkab OKI ke Pemkab Bandung untuk membahas atau sharing informasi terkait sistem data elektronik. Diharapkan dapat memberikan kontribusi pembangunan daerah dan bangsa,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha.

Di hadapan tamu yang hadir, Yosep menjelaskan garis besar kondisi demografi Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk 3,7 juta jiwa. Selain itu 65 perangkat daerah yang terdiri dari 34 badan dan dinas, serta 31 kecamatan, dan 270 desa serta 10 kelurahan.

Yosep juga menjelaskan jumlah ASN di Kabupaten Bandung mencapai 19.000 orang. Sampai bulan April 2024, katanya, para ASN di lingkungan Pemkab Bandung sudah menggunakan Daftar Hadir Elektronik (DHE).

“Bahkan terhitung mulai bulan Mei 2024 ini, seluruh ASN di Pemkab Bandung menerapkan daftar hadir elektronik berbasis android, termasuk dari kalangan guru. Sebenarnya, daftar hadir elektronik ini mulai efektif dilaksanakan di Kabupaten Bandung sejak 2019 lalu, sebelumnya menggunakan pijer print atau sidik jari,” jelas Yosep.

Ia mengatakan diterapkannya daftar hadir elektronik ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin para pegawai atau ASN di lingkungan Pemkab Bandung.

“Hal ini seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang di negara ini. Selain itu, melalui penerapan aplikasi ini bagian dari sistem penilaian kinerja ASN, dan lain-lain,” katanya.

Yosep menjelaskan keunggulan daftar hadir elektronik, yaitu satu perangkat satu akun ASN. Selain itu, absen berdasarkan titik koordinat yang sudah didaftarkan.

“Dengan adanya daftar hadir elektronik ini, sekaligus evaluasi untuk lebih optimal dalam meningkatkan disiplin para pegawai atau ASN,” sebutnya.

Yosep juga turut mempromosikan sejumlah destinasi wisata di kawasan Ciwidey dan Pangalengan Kabupaten Bandung. Selain itu, kawasan kuliner atau cafe yang ada di kawasan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Banyak kawasan destinasi wisata di Kabupaten Bandung yang bisa dikunjungi. Termasuk cafe-cafe untuk tempat santai sambil minum kopi yang bahan bakunya hasil para petani dan UMKM setempat,” katanya.

Usai mendengar pemaparan, rombongan dari Pemkab OKI melanjutkan kunjungan kerja dengan melakukan survei wisata dan pasar di Kabupaten Bandung.*

Pos terkait