EIGER Adventure Gelar WJSC 2025, Menempa Mental Survival Perempuan di Gunung Galunggung

EIGER Adventure kembali menggelar Women Jungle Survival Course (WJSC) 2025 yang berlokasi di Gunung Galunggung, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – EIGER Adventure kembali menggelar Women Jungle Survival Course (WJSC) 2025 yang berlokasi di Gunung Galunggung, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

WJSC 2025 menjadi program pelatihan survival yang dikhususkan bagi penggiat alam bebas perempuan di Indonesia. Diikuti 75 peserta perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, selain Jawa Barat juga Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, dan lainnya.

“Sebenarnya yang mendaftar lebih dari 750 orang, namun setelah dilakukan seleksi terjaring 75 orang,” kata Kepala WJSC 2025, Dini Hanifah di Basecamp Pinus Ciherang Kawasan Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Selasa (22/4/2025).

Ia menyebut, peserta WJSC 2025 berasal dari berbagai profesi dengan rentang usia 18-35 tahun. Ada yang berprofesi sebagai mahasiswa, karyawan, guru, mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Para perempuan tangguh ini mengikuti berbagai kegiatan dengan materi berbeda selama tujuh hari. Mulai 21-27 April 2025 puluhan perempuan hebat ini dibekali berbagai wawasan dan keilmuan yang langsung diberikan langsung oleh para ahli.

“Alasan penyelengaraan WJCS ini karena kita ingin ada kegiatan khusus perempuan karena stereotipenya banyak, seperti lemah, beban tim.Kendati demikian, dengan diberikannya pelatihan yang notabene spesifik tentu diharapkan bisa membangkitkan kepercayaan diri mereka,” tuturnya.

Diharapkan, para peserta juga
bisa berperan dalam tim mereka. Baik itu tim pendakian khusus perempuan maupun yang campur dengan teman-teman mereka yang lain.

Lebih jauh dijelaskannya, WJSC 2025 ini adalah kursus jungle survival yang diinisiasi EIGER Adventure. Sehingga perempuan ini dibekali ilmu mengenai survival, seperti membuat bivak, membuat api, mencari bahan makanan dari tumbuhan maupun hewan.

“Termasuk, medis dan navigasi,” ucapnya.

Menurutnya, tujuan dari penyelenggaran
WJSC 2025 untuk membangun dan memperkuat mental para peserta. Sehingga mereka bisa menjadi perempuan-perempuan tangguh yang mampu survive di berbagai lini kehidupan.

“Sebenarnya kalau kita belajar survival itu kan kita harus bisa survive dimana saja. Tapi, pasti ilmu ini sangat berguna bagi temen-temen yang hobi berkegiatan di alam terbuka,” tandasnya.

Ia menambahkan, manakala nanti para peserta dalam kondisi terjebak dalam kondisi survival mereka tidak bingung dan panik harus melakukan apa.

Namun, dibalik itu juga kebetulan dua tahun ini menyelipkan psikologi alam terbuka, dimana dalam kegiatan ini mental survival mereka bisa terbentuk untuk kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya, selain WJCS, ada beberapa kegiatan rutin seperti EIGER Mountain & Jungle Course (MJC). Hanya saja di MJC ini pesertanya dicampur ada perempuan dan laki-laki,” pungkasnya.*

Pos terkait