Pemdes Cilame Akuisisi Aset Desa Senilai Rp1,5 Miliar

Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Asor pada saat penyerahan aset Lapang Futsal Arena Bintang Mandiri di Cilame Permai RW 19, Desa Cilame, Selasa (22/4/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Cilame melakukan akuisisi terhadap aset desa yang selama ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Akuisisi mencapai Rp1,5 miliar yang dihitung dari lapangan futsal, bangunan joglo, dan berbagai fasilitas lainnya.

“Alhamdulillah proses akuisisi berjalan lancar. Nanti, pengelolaan aset berupa tanah seluas 1 hektare berikut bangunannya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cilame,” kata Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Asor pada saat penyerahan aset Lapang Futsal Arena Bintang Mandiri di Cilame Permai RW 19, Desa Cilame, Selasa (22/4/2025).

Selama dikelola pihak ketiga, ungkap Aas, kontribusi kepada pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp12 juta per tahun. Diharapkan setelah dikelola BUMDes kontribusinya akan jauh lebih besar.

“Selama dikelola pihak ketiga, dari sewa lapangan futsal saja bisa mencapai Rp50 juta perbulan. Tapi setelah terjadi pandemi Covid-19 menurun drastis. Harapannya sekarang yang menyewa kembali pulih sehingga kontribusi bagi PADes naik,” sebutnya.

Ia optimistis dengan fasilitas yang ada ditambah dengan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas bisa meningkatkan PADes.

“Dari sewa lapangan saat dikelola pihak ketiga saja bisa menghasilkan Rp50 juta perbulan. Sehingga ketika dikelola sendiri, Insya Allah akan berkontribusi besar kepada PADes. Belum lagi sewa dari rumah joglo untuk berbagai kegiatan seperti resepsi,” ujarnya.

Ia optimistis jika aset tersebut dikelola dengan baik, maka PADes Cilame bisa menjadi yang terbesar di KBB. Mengungguli pendapatan Desa Lembang yang per tahunnya mencapai Rp500 juta.

Ke depan, lanjut Aas, di atas aset Desa Cilame ini akan dibangun kawasan Sport Center. Juga lebih mengoptimalkan rumah Joglo.

Di tempat yang sama, Ketua BUMDes Duta Usaha Rancage, Anas Barnas mengatakan, untuk bisa melebihi pendapatan yang diperoleh saat masih dikelola pihak ketiga.

“Untuk mendongkrak pendapatan, tentunya harus dibarengi dengan menambah nilai jual dari lapangan futsal dan rumah joglo itu sendiri. Harus dilakukan sejumlah perbaikan sehingga makin menarik orang untuk menggunakan fasilitas yang ada di sini,” kata Anas.

Ia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan akan memanfaatkan lahan kosong agar bernilai ekonomi. Baik untuk pertanian, perikanan, dan lainnya.

“Kita coba manfaatkan lahan kosong untuk kegiatan yang produktif. Mudah-mudahan kontribusi bisa lebih besar dari sebelumnya,” tukasnya.*

 

Pos terkait