SATUMEDIA.ID – Kota Cimahi termasuk salah satu daerah di Indonesia dengan status bebas rabies tapi terancam. Meski tidak ditemukan kasus rabies, namun daerahnya berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih ditemukan kasus rabies.
“Kota Cimahi masih tetap masuk kategori ‘bebas tapi terancam’, lantaran daerah tetangga seperti Bandung Barat ditemukan kasus rabies,” kata Kepala UPTD Puskeswan Kota Cimahi, Irfan Fazar Ramadhan, Selasa (6/5/2025).
Mencegah penyebaran rabies, lanjut Irfan, pihaknya akan lebih gencar melakukan vaksinasi dan pengendalian populasi hewan liar.
“Secara geografis Cimahi berbatasan langsung Kabupaten Bandung Barat (KBB) sehingga risiko penyebaran rabies dari hewan liar tetap tinggi. Dengan demikian ancaman virus tersebut masih mengintai. Maka dari itu, tindakan pencegahan berupa vaksinasi rabies dan kontrol populasi hewan itu penting dilakukan,” tuturnya.
Dikatakannya, UPTD Puskeswan fokus pada pelayanan kesehatan hewan secara teknis, termasuk vaksinasi rabies dan penanganan penyakit umum seperti jamur hingga virus panleukopenia.
“Untuk kasus seperti rabies, sampai saat ini alhamdulillah tidak ada, paling hanya gigitan dan itu tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dan melakukan pembagian tugas bersama dinas terkait. Pasalnya, puskeswan lebih banyak bertugas dalam pelaksanaan teknis, seperti pengadaan vaksin dan obat-obatan.
“Termasuk fasilitas peralatan lapangan yang diperoleh dari dinas dan pengadaan internal.Kita bukan kolaborasi dalam arti kerja sama luar instansi. Tapi lebih ke pelaksanaan sebagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari dinas,” pungkasnya.*





