SATUMEDIA.ID – Cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang Mei 2025 memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sampai sekarang longsor menimpa 12 desa. Mengakibatkan 123 jiwa di dua desa diungsikan, bahkan beberapa kepala keluarga di antaranya rencananya bakal direlokasi.
Longsor tidak hanya menimpa pemukiman penduduk, juga menimbun jalan penghubung antar desa di antaranya Jalan Sukaraja Desa Langensari. Jalan Punclut di Kampung Sukasirna Desa Pagerwangi, dan Jalan Pasir Handap Desa Pagerwangi.
Sekretaris Kecamatan Lembang, Ali Kurniawan mengatakan, Jalan Sukaraja dan Jalan Punclut sudah bisa dilalui setelah warga bergotong royong menyingkirkan material longsor.
“Untuk longsor Jalan Pasir Handap belum bisa diakses lantaran banyaknya material longsor yang menimbun jalan. Alhamdulillah, hari ini alat berat bantuan BPBD Jabar dikerahkan untuk mempercepat proses penyingkiran material longsor di badan jalan,” kata Ali Kurniawan, Senin (19/5/2025).
Ali menyebut, Jalan Pasir Handap menjadi akses penghubung tiga desa yakni Desa Lembang, Pagerwangi dan Wangunsari.
Sementara Jalan Punclut di Kampung Sukasirna Desa Pagerwangi masih diberlakukan buka tutup lantaran sebagian badan jalan masih licin. Satu unit escavator telah diturunkan ke lokasi untuk penanganan longsor di titik tersebut.
“Jalan tersebut sangat ramai karena akses penghubung Lembang dengan Kota Bandung sehingga harus dibereskan segera. Tetapi untuk saat ini pengguna jalan diimbau berhati-hati karena lokasi longsor Desa Pagerwangi tepat berada di turunan jalan,” bebernya.
Longsor juga terjadi di Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, dan Desa Pagerwangi sebanyak 13 titik pada Minggu (18/5/2025) dini hari. Berdasarkan informasi, pihak desa setempat masih melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Ali mengatakan, dengan banyaknya kejadian bencana, pihaknya telah menetapkan status tanggap bencana di Kecamatan Lembang. Oleh karena itu, ia memperingatkan warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Bencana paling besar longsor di Kampung Ciburial Desa Cibogo dan Kampung Areng Desa Wangunsari.
“Bantuan bagi korban terdampak sudah disalurkan di lokasi pengungsian,” tukasnya.*





