FKJP KBB Menaruh Harapan Besar pada Job Fair di Tengah Lesunya Industri Bandung Barat

Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Bandung Barat, H. Muhamad Ilyas.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Pascapandemi Covid-19 dunia usaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara umum belum pulih seperti sedia kala. Beberapa perusahaan tutup dan ada yang memilih pindah keluar KBB.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Bandung Barat, H. Muhamad Ilyas di Cisarua, Selasa (17/6/2025).

Tutupnya perusahaan berdampak kepada pemutusan hubungan kerja (PHK). Begitupun perusahaan yang hengkang dari Bandung Barat berimplikasi pada PHK.

Hengkangnya sejumlah perusahaan tak bisa dilepaskan dari tingginya upah minimum kabupaten (UMK) KBB. Pada akhirnya memilih pindah ke daerah lain yang upahnya lebih rendah.

“Di tengah lesunya Industri, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB berani menggelar job fair. Semoga ini nyata menerima lowongan pekerjaan,” sebut Ilyas.

Pasalnya, lanjut Ilyas, pada saat zoom meeting dengan sejumlah perusahaan terungkap bahwa kondisi iklim usaha di Bandung Barat sedang kurang bagus.

“Karenanya mereka tidak membuka lowongan pekerjaan. Tapi sekarang, Disnaker KBB bisa menyelenggarakan job fair. Tentunya ini kesempatan baik bagi para pencari kerja untuk mendapat pekerjaan,” kata Wakil Ketua Kadin KBB Bidang Industri ini.

Ia mengingatkan kepada para pencari kerja agar memiliki skill. Sehingga memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan.

“Bagi yang memiliki pengalaman kerja, tentunya tak masalah ketika melamar pekerjaan. Tapi sebaliknya bagi yang baru selesai sekolah atau kuliah, tentu belum memiliki pengalaman. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada pemerintah untuk memperbanyak tempat latihan kerja atau BLK agar bisa melahirkan tenaga kerja terampil,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Disnaker KBB menggelar job fair yang diikuti 72 perusahaan dengan 4.321 lowongan kerja. Sementara jumlah pencari kerja yang hadir lebih dari 6.000 orang sampai pukul 11.00 WIB.

“Sampai siang jumlah pencari kerja yang scan barcode sudah di atas 6.000 -an. Mudah-mudahan saja seluruh lowongan kerja dapat terserap semua,” kata Kepala Disnaker KBB, Hasanuddin.

Ia menambahkan, sesuai pakta integrasitas yang dibuat antara Disnaker KBB dengan perusahaan yang ikut serta dalam kegiatan job fair, salah satu poinnya mewajibkan perusahaan untuk melaporkan berapa orang yang diterima kerja.

“Setelah tiga bulan pelaksanaan job fair, perusahaan wajib melaporkan hasil rekruitmennya. Jadi kita bisa memiliki data berapa orang yang terserap,” ujarnya.*

 

 

Pos terkait