SATUMEDIA.ID – Pembangunan Jalan Lingkar Padalarang -Cipatat hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Proyek ini didanai dari corporate social responsibility (CSR) PT Belaputera Intiland, pengembang perumahan Kota Baru Parahyangan Padalarang.
Berdasarkan catatan Satumedia.id, proyek bernilai sekitar Rp 100 miliar tersebut sudah dilaksanakan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Hengki Kurniawan yang ketika itu menjabat Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan pada 22 Februari 2022.
Direktur PT Belaputera Intiland Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali mengatakan pembangunan jalan lingkar karena terbentur pembebasan lahan. Pasalnya, dari total panjang sekitar 7 kilometer, baru 4 kilometer yang sudah dibebaskan.
“Untuk Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat sedang dikoordinasikan dengan pak gubernur. Jadi mereka melihat ada kemacetan di dua titik, yakni di kawasan Pasteur Kota Bandung dan Padalarang, KBB,” kata Ryan, Jumat (4/7/2025).
Diungkapkannya, untuk progres pembebasan lahan untuk Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat ini baru sekitar 60 persen.
“Pembebasan lahan dari dulu oleh pemda karena ada penetapan lokasi (penlok). Enggak bisa oleh swasta yang masuk harganya jadi berantakan. Sementara untuk pembangunannya bisa dikolaborasikan. Kelihatannya pembangunan bisa diambil alih sama pemda. Tapi tetap koordinasi, ini masalah pendanaan saja yang diambil alih,” tuturnya.
Lebih jauh Ryan mengatakan, ketika sudah jadi maka Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat tidak boleh dilewati kendaraan besar seperti truk atau bus.
“Mengingat kontur tanah jalannya bukit yang cukup terjal dan tidak terlalu lebar. Hanya dikhususkan untuk mobil pribadi, tidak boleh itu truk kapur, bus besar dan mobil sampah enggak boleh lewat situ,” tandasnya.
Jalan lingkar Padalarang-Cipatat membentang dari Kota Baru Parahyangan di Kecamatan Padalarang hingga Cipatat. Melintasi lima desa yaitu, Cikande, Bojonghaleuang, Cipatat, Gunungmasigit, dan Citatah.*





