SATUMEDIA.ID – Sebanyak 200 anak dengan latar belakang keluarga miskin ekstrem dan miskin di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk program Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) KBB, dari total 200 anak tersebut, sebanyak 100 calon siswa untuk jenjang pendidikan SMA dan 100 calon siswa jenjang pendidikan SMP.
Kepala Dinsos KBB, Idad Saadudin mengatakan, untuk kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat tingkat SMA akan memanfaatkan fasilitas di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang.
“Sementara untuk SMP bertempat di Wiyata Guna 2 Cisarua. Para calon siswa ini berasal dari 16 kecamatan di Bandung Barat,” kata Idad di Ngamprah, Rabu (9/7/2025).
Ia menjelaskan, para calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga tidak mampu yang sudah terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat memastikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang paling membutuhkan.
“Para calon siswa ini dipilih secara selektif melalui proses seleksi yang adil dan transparan, serta telah mendapatkan izin resmi dari orang tua. Selama mereka menempuh pendidikan tinggal di asrama,” tuturnya.
Dikutip dari laman Kemensos, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat akan dimulai 14 Juli 2025. Proses pembelajaran di 100 titik Sekolah Rakyat rintisan akan diawali dengan cek kesehatan gratis.
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara tailor-made (khusus dan kontekstual), menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan mereka. Kurikulum ini menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal.
Pembelajaran akan diawali dengan matrikulasi, dan masa pengenalan atau orientasi bagi guru dan siswa. Setelah proses itu terlewati baru proses pembelajaran dimulai.*





