Tersandung  Kasus Beras Premium, Dirut BUMD Pemprov DKI Jakarta Mengundurkan Diri

Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, pada Jumat (1/8/2025).(Dok.Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta).**

SATUMEDIA.ID – Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Pangan Polri. Diduga memperdagangkan beras yang tidak sesuai dengan SNI 6128:2020 dan melanggar sejumlah peraturan terkait mutu pangan.

Selain Karyawan Gunarso yang merupakan Dirut BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini, ditetapkan pula sebagai tersangka Direktur Operasional Ronny Lisapaly, dan Kepala Seksi Quality Control berinisial RP.

Ketiganya tersandung kasus dugaan pelanggaran standar mutu beras premium oleh Satgas Pangan Polri.

Terkait penetapan sebagai tersangka, Karyawan Gunarso memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya.

Surat pengunduran diri sudah diterima
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menerima secara resmi surat pengunduran dirinya.

Surat pengunduran diri tersebut disampaikan langsung melalui Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta dan telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan dan memastikan tidak akan ada intervensi terhadap penyidikan.

“Sambil menunggu surat penetapan resmi dari Kepolisian, saya sudah menerima laporan terkait surat pengunduran diri dari Direktur Utama PT Food Station. Ini adalah bentuk tanggung jawab pribadi yang kami hargai. Pemerintah Provinsi DKI tetap mendukung proses hukum berjalan dengan baik dan transparan,” ujar Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, pada Jumat (1/8/2025).

Lebih lanjut ia menekankan bahwa kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan akuntabilitas di tubuh BUMD DKI. Ia pun meminta seluruh jajaran direksi BUMD agar mengedepankan tata kelola yang profesional dan menjunjung tinggi integritas.

“BUMD adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Maka akuntabilitas dan integritas harus menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Meski sejumlah pejabat Food Station telah ditetapkan sebagai tersangka, Pemprov DKI memastikan, layanan distribusi pangan untuk masyarakat tetap berjalan normal.

“Yang paling penting adalah layanan publik tidak boleh berhenti. Distribusi pangan strategis tetap harus berjalan lancar, karena ini menyangkut kepentingan jutaan warga Jakarta,” tambahnya.

Gubernur Pramono telah meminta jajaran manajemen Food Station untuk meningkatkan pengawasan internal serta membuka kanal pengaduan publik. Masyarakat dapat melaporkan temuan beras yang tidak sesuai standar ke nomor 0821-3700-1200.*

Pos terkait