Isu Sesar Lembang Berdampak pada Sektor Pariwisata

Destinasi wisata Floating Market Lembang menjadi salah satu favorit wisatawan.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Ramainya informasi peningkatan aktivitas seismik Sesar Lembang berimbas pada sektor pariwisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati mengungkapkan kunjungan wisatawan pada bulan Agustus 2025 mengalami penurunan kunjungan. Turun 20 persen dari tahun lalu.

“Bisa jadi penurunan ini imbas kondisi perekonomian, isu Sesar Lembang dan larangan study tour, sehingga kunjungan wisatawan makin sepi,” kata Intania saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).

PT Perisai Group merupakan pariwisata yang mengelola The Great Asia Africa (TGAA) Farm House, dan Floating Market Lembang.

Intan menuturkan, mengenai isu soal Sesar Lembang itu sudah bukan pertama kali bahkan beberapa kali muncul. Meski demikian, setiap isu itu muncul kerap membuat tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan.

“Mungkin membuat orang ketakutan untuk datang ke Lembang. Tapi memang, setiap tahun di bulan Agustus kunjungan wisatawan selalu sepi. Hanya untuk tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya.

“Mungkin para wisatawan akan datang kembali ke Lembang, kalau semuanya sudah aman,” tandasnya.

Ia berharap bencana gempa bumi tersebut tidak sampai terjadi. Sebagai antisipasi kemungkinan buruk, sudah menyiapkan sistem mitigasi bencana, sampai jalur evakuasi.

Penerapan mitigasi bencana tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pelatihan atau sertipikasi bencana bagi para petugas hingga berbagai peralatan, seperti peta, petunjuk evakuasi dan lainnya,” pungkas Iwan.**

Pos terkait