Keberadaan Macan Tutul Masih Misteri, Diduga Kabur ke Hutan Tangkuban Parahu

Macan tutul yang lepas dari LPZ sebelumnya sempat membuat kehebohan saat masuk ke Kantor Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Meleber, Kabupaten Kuningan.(Tangkapan layar).**

SATUMEDIA.ID – Memasuki hari ketujuh pencarian, keberadaan macan tutul yang kabur dari kandang karantina Lembang Park and Zoo (LPZ), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi misteri.

Pencarian melibatkan tim gabungan yang bertugas mencari dan menangkap macan tutul, serta dibantu K-9 belum membuahkan hasil.

Pergerakan kucing besar yang memiliki nama latin Panthera pardus ini, sempat terpantau masih berada dalam kawasan destinasi wisata tersebut. Bahkan sempat masuk ke dalam gorong-gorong.

Umpan seperti domba dan ayam yang digunakan untuk menjebak macan tutul, ternyata tak menarik perhatiannya.

“Setiap hari tim gabungan mengoperasikan. drone thermal hingga ke arah hutan Gunung Tangkubanparahu. Kita sudah datangkan drone thermaldari Taman Nasional Ujung Kulon. Ini speknya lebih besar,” kata
Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025).

Ia memperkirakan macan tutul itu sudah tidak lagi berada di area Lembang Park and Zoo. Kemungkinan sudah kabur ke dalam hutan Gunung Tangkubanparahu.

“Diduga macan tutul itu sudah keluar dari Lembang Park and Zoo. Kemungkinan mengarah ke kawasan hutan Tangkubanparahu berdasarkan jejak terakhirnya. Kalau kita ukur jarak antara lokasi dengan kawasan hutan terdekat itu 800 meter. Ini baru dugaan ya,” kata Agus.

“Selain jaraknya dekat dengan kawasan hutan Tangkubanparahu, tapi juga merupakan habitat macan tutul,” sambungnya.

Macan tutul itu merupakan hewan yang dievakuasi dari Kantor Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Meleber, Kabupaten Kuningan. Rencananya, setelah dilakukan karantina akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Namun, sebelum dilepasliarkan keburu kabur dari kandang karantina.

Menurutnya, macan tutul memiliki sifat alamiah mengindari manusia dan keramaian. Naluri atau instingnya memungkinkan menjadi tujuan karnivora adalah kawasan hutan

“Insting macan tutul mencari tempat yang aman dan nyaman. Tapi barangkali prediksi kita juga salah, tentu nanti kita akan sampaikan perkembangannya seperti apa,” ujar Agus.

Ia menegaskan, sejauh ini tak ada indikasi macan tutul itu masuk ke dalam kawasan permukiman. Namun, ia meminta masyarakat tetap waspada dan melaporkan jika melihat pergerakan macan tutul itu.

“Dari hasil observasi dan penyisiran yang kita lakukan, jejak terakhirnya ke arah Tangkubanparahu, bukan ke perkampungan penduduk,” ucapnya.

Terpisah, Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan mengatakan, setiap hari terus memperluas area penelusuran pencarian macan tutul. Tidak hanya di dalam perimeter saja, namun sudah diperluas keluar Lembang Park and Zoo.

“Kami berharap masih di dalam areal Lembang Park and Zoo,” tandasnya.*

Pos terkait