Lembang Park and Zoo Kembali Buka,  Wisatawan Mulai Berdatangan

Wisatawan sudah bisa kembali berwisata ke Lembang Park and Zoo, Rabu (10/9/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Setelah hampir dua pekan tutup, akhirnya destinasi wisata Lembang Park and Zoo di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dibuka, Rabu (10/9/2025).

Pantauan di lapangan, gerbang masuk yang selama dua pekan tertutup, hari ini portalnya dibuka. Biasanya ada dua orang petugas yang berjaga, namun sekarang tidak ada penjagaan.

Begitupun di pintu masuk parkir tidak ada penjagaan. Kendaraan wisatawan, baik mobil maupun motor dibebaskan masuk tanpa perlu membayar parkir.

Sejumlah wisatawan sudah berdatangan pada hari pertama buka. Meski demikian, terlihat lebih sepi dibandingkan sebelum kejadian macan tutul titipan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat lepas dari kandang karantina.

Salah seorang wisatawan, Ferry Hariyadi (37) mengaku awalnya hanya iseng ke Lembang Park and Zoo. Ia tidak merencanakan berwisata ke destinasi favorit di Lembang tersebut.

“Kebetulan tadi lewat sini, lihat pintu gerbangnya di buka. Ya saya masuk, eh ternyata memang buka. Saya, istri dan anak-anak senang bisa ke sini,” kata Ferry asal Kabupaten Cianjur.

Sementara itu, di Lembang Park and Zoo terlihat masih ada aparat TNI, Polisi, dan petugas BBKSDA Jabar. Diketahui, hingga kini pencarian macan tutul asal Gunung Ciremai itu masih terus dilakukan.

Sebelumnya diberitakan, Humas BBKSDA Jawa Barat Eri Mildranaya,

mengatakan, pencarian macan tutul tidak hanya terfokus di areal Lembang Park and Zoo, juga melakukan sweeping di kawasan hutan lindung kaki Gunung Tangkuban Parahu dan Burangrang.

“Tim pencarian terus menyisir area taman wisata LPZ untuk memastikan tidak ada jejak satwa liar yang berbahaya.Penyisiran dilakukan setiap malam dari tanggal 28 hingga saat ini, kami lakukan mulai jam 8 sampai jam 2 subuh,” kata Eri.

Setelah penyisiran di dalam kawasan LPZ, menurut Eri petugas gabungan juga melakukan sweeping di kawasan hutan lindung kaki Gunung Tangkuban Parahu dan Burangrang. Hal tersebut berdasarkan jejak terakhir dari drone thermal bahwa kucing besar tersebut mengarah ke kawasan hutan tersebut.

“Sesuai dengan hasil drone thermal terakhir yang kami dapatkan  pergerakan macan ke kawasan hutan lindung,” tandasnya.*

Pos terkait