SATUMEDIA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca. Langkah tersebut sebagai upaya mengurangi curah hujan di kawasan titik bencana longsor Kampung Gintung RT 03/RW 07, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Diketahui hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur Desa Cibenda pada hari kedua pencarian korban pada Selasa 26 Maret 2024 mulai pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB. Kondisi tersebut memicu material longsor semakin labil dan membahayakan petugas.
“Untuk modifikasi cuaca akan kita upayakan kerja sama dengan BMKG. Khususnya, untuk hujan ini kita akan upayakan untuk dikurangi ,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat ditemui di lokasi, Rabu (27/3/2024).
Ia menambahkan, pasca tanggap darurat langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah merelokasi rumah baik yang tertimbun maupun di daerah rawan bencana.
“Ada beberapa ratus rumah yang harus direlokasi.Untuk yang terdampak yang hilang itu ada 30 rumah, namun tentu saja untuk relokasi tidak hanya 30 rumah yang tertimbun. Melainkan juga sekelilingnya yang dirasa kurang aman, ini akan kita relokasi ke tempat yang aman,” tuturnya.
“Ini yang sedang kita proses penyiapan lahan, proses pendataan dan kita sudah tekankan betul supaya lebih cepat,” lanjutnya.
Sementara itu, terkait jumlah korban meninggal akibat longsor di Kampung Cigombong yang sudah teridentifikasi 4 dari 5. Pasalnya, korban terakhir yang ditemukan di Sungai Citarum masih dalam proses identifikasi.
“Sampai Rabu yang sudah ditemukan ada 5 jenazah yang berhasil diidentifikasi baru 4 jenazah. Apakah yang terakhir ditemukan itu bagian dari 10 yang hilang ataukah korban baru, ini yang masih diidentifikasi.
Artinya, korban yang masih hilang ada 5 atau 6, karena jenazah yang tadi pagi ditemukan belum diidentifikasi,” paparnya
Pasalnya, apakah itu bagian dari 10 yang hilang ataukah korban baru, ini yang masih diidentifikasi.
“Untuk pengungsi ini sudah terpusat di SDN 1 Cibenda, di tempat ini kurang lebih ada sekitar 500 pengungsi,” sebutnya.
Suharyanto mengungkapkan, pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi singkat untuk menentukan langkah-langkah penanganan. Pertama, harus memaksimalkan pencarian sisa korban yang belum ditemukan.
“Masih ada waktu 4 hari kalau golden timenya 7 hari. Kedua pemenuhan kebutuhan para pengungsi,” tukasnya.*





