SATUMEDIA.ID – Warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ramai-ramai “menanam” pohon pisang di Jalan Alternatif Manoko – Lembang sepanjang 2,1 kilometer.
Jika dihitung, pohon pisang yang ditancapkan di lubang jalan dari Kampung Manoko hingga Kampung Binahurip mencapai belasan batang. Ditancapkan pada lubang-lubang jalan besar.
Ketua RW 3, Ujang Rukmana (54) mengatakan, penancapan batang pohon pisang dilakukan secara spontan oleh warga Cikahuripan. Kesal, karena sudah lebih dari 5 tahun kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki.
“Seingat saya, jalan yang masuk RW 3 ini dari tahun 2000 belum pernah tersentuh perbaikan oleh Pemkab Bandung Barat. Padahal statusnya jalan kabupaten. Karena tidak kunjung diperbaiki, membuat kerusakannya bertambah parah,” kata Ujang Rukmana saat ditemui, Senin (15/9/2025).
Puncak kekesalan warga terjadi pada Minggu (14/9/2025). Warga dari beberapa RW yang tinggal di sekitar jalan alternatif itu, kompak menanam batang pohon pisang.
“Sebenarnya pada tahun 2022 dan 2023, atas inisiatif RW di Dusun 1 dan 2, warga iuran untuk memperbaiki jalan. Tahun 2022 terkumpul Rp86 juta dan 2023 terkumpul Rp36 juta. Namun, sekarang kembali rusak. Mau menggalang dana lagi, kondisi ekonomi sedang menurun,” keluhnya.
Ia menceritakan, terakhir kali jalan diperbaiki pada masa Bupati Bandung Barat, Abubakar. Ketika itu, warga satu desa bersukacita hingga membuat tumpeng sebagai tanda syukur.
“Saya berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki lagi. Dengan banyaknya lubang jalan, terutama di tanjakan Legok Bangkong hampir setiap hari selalu saja ada pemotor yang terjatuh,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh Kampung Binahurip, Andi (60) mengiyakan bahwa terakhir jalan alternatif Manoko-Lembang diperbaiki pada masa Bupati Abubakar.
“Ganti Bupati Aa Umbara, Hengki Kurniawan, dan sekarang Bupati Jeje Ritchie Ismail tidak pernah memperbaiki jalan ini lagi. Padahal jalan ini merupakan perlintasan jika jalan utama di Lembang macet parah,” keluh Andi warga RT3/RW 9 ini.
Ia menyebut, ketika jalan alternatif Manoko-Lembang masih berstatus jalan desa tidak pernah serusak seperti seperti sekarang. Ketika sekarang statusnya jadi jalan kabupaten, otomatis desa tak bisa lagi melakukan kebijakan untuk memperbaiki.
“Salah kalau desa sampai harus yang memperbaikinya. Ya, kami hanya berharap setelah aksi tanam batang pohon pisang ada perhatian dari pemerintah,” tandasnya.



