SATUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memiliki ambulans listrik pertama yang akan digunakan untuk layanan kegawatdaruratan medis.
Ambulans ramah lingkungan ini merupakan bantuan dari Yayasan Life After Mine (LINE) dan diserahkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Gubernur Pramono menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan LINE atas kontribusinya dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di Ibu Kota.
“Ini adalah ambulans listrik pertama yang akan dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terima kasih kepada Pak Mochammad Bihar dan tim LINE atas kolaborasi nyata antara sektor swasta dan pemerintah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis.
Ambulans listrik ini akan memperkuat armada UPT Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) yang selama ini mengoperasikan 96 unit ambulans jenis advance. Seluruh armada tersebut bertugas melayani kebutuhan pra-hospital, evakuasi antarfasilitas kesehatan, serta siaga dalam berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
Pramono berharap, pengoperasian ambulans listrik ini menjadi langkah awal menuju transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan di Jakarta.
“Saya berpesan agar kendaraan ini dirawat dengan baik. Jika performanya terbukti efektif, tentu kita akan mulai beralih ke penggunaan ambulans listrik secara bertahap. Ambulans ini menjadi unit ke-97 yang dioperasikan oleh Pemprov DKI,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis energi bersih dan berkelanjutan.
Melalui UPT Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D), saat ini, Dinas Kesehatan mengoperasikan 96 unit ambulans advance yang melayani kebutuhan pra-hospital, evakuasi antarfasilitas kesehatan, serta hadir di berbagai kegiatan besar, baik nasional maupun internasional.
“Saya berpesan supaya ini dirawat dengan baik. Ini menjadi model awal, karena kalau nanti memang secara signifikan beroperasi dengan baik, tentunya untuk selanjutnya kita akan memulai menggunakan ambulans listrik. Ini merupakan ambulans yang ke-97 yang dioperasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.
Penggunaan ambulans listrik sejalan dengan komitmen Jakarta menuju transisi energi hijau dan kota berketahanan iklim (climate-resilient city). Kehadiran ambulans listrik mendukung terciptanya udara Jakarta yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Ketua Yayasan LINE, Mochammad Bihar, mengatakan, ambulans listrik yang diserahkan merupakan langkah kecil, tetapi punya arti besar dalam upaya menuju masa depan lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
“Dari sisi performa, ambulans ini memiliki daya tempuh hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya. Proses pengisian daya didukung oleh fitur basis charging, mencapai 20-80 persen dalam waktu 80 menit, dan pengisian standar 220V 16A. Penyerahan ambulans listrik ini bukan hanya simbol kerja sama, tapi juga komitmen kami untuk memperluas dampak sosial positif, bahwa transisi energi bersih juga bisa hadir di sektor pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Bihar berharap ambulans ini menjadi aset bermanfaat bagi masyarakat Jakarta serta mendukung kegiatan layanan medis yang berkelanjutan.
“Saya percaya kemajuan masyarakat tidak hanya dibangun melalui inovasi, tapi juga melalui kolaborasi. Kami percaya sektor swasta, pembangun sosial, dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dan membangun sistem layanan publik yang tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya.*




