Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Tiga Korban Longsor di Cipongkor, Satu Diantaranya Kader PKS

Bencana tanah longsor di Kampung Gintung terjadi pada Minggu (24/10/2024). Sebanyak 10 orang meninggal, namun hanya 8 yang jasadnya ditemukan.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA – Memasuki hari kelima, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian tiga korban tertimbun longsor di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih belum ditemukan.

Tiga jasad yang belum ditemukan berdasarkan data di posko pengungsian longsor Cipongkor ialah Opin (45), Encep (60), dan Aji (2). Diketahui, Opin adalah Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Desa Cibenda.

Sementara itu, tujuh dari 10 korban tanah longsor di Kampung Gintung RT 03/RW 07, Desa Cibenda berhasil diindentifikasi. Mereka ialah Sifa (8), Sulastri (32), Diki Saputra (4), Aam (50), Nabila (5), Dadi (58), dan Eras (50).

Tujuh korban yang sudah ditemukan, semuanya berada di timbunan longsor work sheet A. Sedangkan area pencarian ditentukan tiga work sheet meliputi sektor A, B, dan C.

“Pencarian kita perluas sampai ke sisi persawahan. Seperti jasad yang ditemukan di Sungai Citarum, bisa saja 3 korban tersisa terhempas ke persawahan dan sungai,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono saat ditemui, Jumat (29/3/2024).

Ia khawatir, seiring dengan terus berjalannya waktu akan membuat
kondisi jasad rusak dan membusuk. Kondisi itu rawan menularkan penyakit untuk petugas yang melakukan upaya pencarian dan evakuasi.

“Apabila kondisi korban sudah rusak dan membusuk, berpotensi menyebarkan bakteri dan virus. Maka kita menempatkan tim PMI untuk spurt (menyemprotkan) disinfektan. Spurt awal di work sheet, kedua di sebelum pintu masuk work sheet, dan ketiga di pintu masuk ambulans,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, kendala yang dihadapi
Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian hari kelima, yakni kekurangan sumber air yang bisa menyuplai alkon atau mesin penyemprot air bertekanan tinggi. Saat ini, ada tiga alkon yang difungsikan di tiga work sheet.

“Dua alkon kita tempatkan di dekat sungai work sheet A, kemudian 1 di work sheet C. Untuk yang di dekat sungai itu aman. Namun yang satu lagi, aliran sungai kecil ini debit airnya terus mengalami penurunan drastis. Sehingga tidak bisa menyemprotkan air ke tanah,” ungkapnya.

Terpisah, anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKS Diah Nurwitasari membenarkan bahwa Opin merupakan kader PKS.

“Pak Opin memang kader PKS, beliau merupakan Ketua DPRa Desa Cibenda. Namanya tercatat sebagai salah satu dari 10 warga Gintung yang hilang di lokasi bencana,” kata Diah Nurwitasari.

Ia mengungkapkan, dirinya sudah meninjau ke lokasi bencana termasuk bertemu dengan Kepala Desa Cibenda, istri kepala desa, para pengungsi, menemui ibu dari Opin.

“Jujur saya merasa sedih, ketika anak Pak Opin yang masih berumur 4 tahun terus menanyakan keberadaan bapaknya. Menanyakan kapan bapak pulang,” kata Diah.

Ia menceritakan, pada saat kejadian Opin tinggal seorang diri di rumahnya. Istrinya bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) sementara anak bungsunya sedang berada di rumah neneknya.

“Pak Opin punya anak dua, yang besar sudah berumah tangga dan tinggal di desa lain. Sehari-harinya beliau tinggal bersama anak bungsunya, pada saat kejadian anaknya itu nginap di rumah neneknya yang masih satu kampung,” ujarnya seraya menyampaikan duka cita kepada warga yang kehilangan anggota keluarganya.*

 

Pos terkait