SATUMEDIA.ID – Suasana di SMPN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak heboh pada Kamis (23/12025) siang. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala mual dan sakit perut usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut.
Pesan berantai yang beredar di kalangan orang tua siswa pun menimbulkan kekhawatiran dan keresahan. Namun pihak sekolah segera memberikan klarifikasi bahwa kondisi para siswa kini dalam keadaan stabil dan sudah mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah, semua siswa yang sempat mengalami gejala sudah tertangani dan dalam kondisi baik,” ujar Ian Mulyana, Wakasek sekaligus Koordinator Program MBG SMPN 1 Lembang.
Ian menjelaskan, belum ada kepastian apakah gejala yang dialami siswa disebabkan oleh makanan MBG. Menu yang disajikan pada hari itu terdiri atas ayam betutu, ayam goreng, tahu, sayuran, dan buah jeruk.
“MBG diterima sekitar pukul 07.30 WIB, lalu dimakan pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB mulai ada beberapa siswa yang mengeluh mual,” jelasnya.
Menurut Ian, sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah selalu melakukan uji rasa terlebih dahulu.
“Tiap hari kami coba dulu makanannya. Bahkan tadi saya makan tiga potong daging ayam, dan tidak ada reaksi apa pun,” ujarnya.
Dari total 1.220 paket MBG yang disalurkan, sekitar 232 porsi diketahui telah disantap oleh siswa. Hingga sore hari, 30 siswa mengalami gejala mual dan perut tidak nyaman. Sebanyak 26 di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani observasi di fasilitas kesehatan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan pasien, ambulans dan tenaga kesehatan Kecamatan Lembang disiagakan di area sekolah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan bagi para siswa yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
“Kami sudah siapkan Puskesmas Jayagiri, Klinik Sespim, dan Puskesmas Lembang. Saat ini fokus kami adalah percepatan penanganan korban,” kata Lia.
Meski penyebab pasti belum dapat dipastikan, tim Dinas Kesehatan disebut akan segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG.
“Kita akan pastikan dulu lewat hasil pemeriksaan makanan. Yang utama saat ini, memastikan kondisi anak-anak stabil,” pungkasnya.*





