186 Warga Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Lembang, 32 Masih Dirawat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 186 siswa dan orang tua diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Selasa (28/10/2025).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 186 siswa dan orang tua diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Selasa (28/10/2025). Dari jumlah tersebut, 32 orang masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

“Update siang hari ini, korban adalah 186. Dirawat di Puskesmas Cibodas ada 20 orang, RSUD Lembang 8 orang, dan Posko Desa Cibodas ada 4 orang. Untuk pasien di Klinik Sespim sudah pada pulang,” ujar Kepala Dinkes KBB, Lia N Sukandar, di Puskesmas Cibodas, Rabu (29/10/2025).

Lia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab keracunan. Petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sama seperti sebelumnya, kami tidak bisa menyebutkan penyebab pastinya saat ini karena masih menunggu hasil laboratorium. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab sudah dikirim ke Labkesmas,” ungkap Lia.

Sajian MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi, rolade, sayur, tempe goreng, dan buah lengkeng.

Lia menambahkan, petugas medis masih bersiaga di Posko Desa Cibodas untuk mengantisipasi tambahan korban.
“Kami standby. Fasilitas kesehatan juga siap. Alhamdulillah, penanganan lebih cepat dan mayoritas korban sudah pulang,” ujarnya.

Korban Didominasi Siswa SD hingga SMA

Pantauan di Posko Desa Cibodas, sejumlah siswa korban keracunan masih terus berdatangan. Tercatat delapan siswa masih mendapatkan perawatan oleh petugas medis di lokasi. Lebih dari 10 ambulans disiagakan di posko tersebut.

Keracunan massal ini menimpa siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka mengalami gejala mual, pusing, sakit perut, sesak, hingga muntah-muntah.

Salah satu korban, Nazwa, siswi kelas IX SMP Negeri 4 Lembang, mengaku menghabiskan seluruh sajian MBG tanpa curiga.

“Nasi, sayuran, rolade, tempe goreng, sama lengkeng, dimakan habis. Nggak ada yang aneh, nggak berbau,” ujar Nazwa saat ditemui di RSUD Lembang.

Ia mulai merasakan mual dan pusing sekitar enam jam setelah makan. “Masuk makanan jam 10 pagi, mulai kerasa jam setengah 5 sore,” ujarnya lemas.

Sebelumnya, Direktur RSUD Lembang, Muhammad Hidayat, menyampaikan ada 19 pasien korban MBG yang masih dirawat, terdiri atas 18 siswa dan satu orang tua.

“Per pagi ini, sekitar pukul delapan, pasien yang datang akibat keracunan makanan ada 21 orang, dan 19 di antaranya masih dirawat,” kata Hidayat.

Sementara itu, data sementara Dinkes KBB pada pukul 07.00 WIB mencatat 133 korban keracunan, dengan 30 orang masih dirawat. Angka itu kemudian bertambah menjadi 186 setelah pendataan lanjutan.*

Pos terkait