Belasan Siswa SD di KBB Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Keracunan Makanan

Puluhan siswa SMK PBB Cipongkor, Desa Sinargalih, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan program  Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (22/9/2025).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Belasan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

Informasi yang berkembang di masyarakat, ada yang mengaitkan gejala keracunan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MB).

Para siswa mulai dibawa ke rumah sakit pada Jumat (11/9/2026) malam. Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, diare hingga demam.

Salah satu orangtua siswa yang ditemui di RS Indra Medical Center (IMC) Cimareme mengatakan, anaknya telah mengalami gejala sejak Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, keluhan awal berupa mual dan pusing muncul setelah anaknya mengikuti kegiatan sekolah, termasuk aktivitas berenang. Kondisi tersebut kemudian membuat orangtua membawa anaknya ke klinik terdekat.

“Keluhannya sudah muncul sejak Rabu, anak saya mual dan pusing. Setelah kegiatan renang di sekolah, kondisinya kami anggap perlu diperiksa sehingga langsung dibawa ke klinik,” kata orangtua siswa yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Meski demikian, orangtua tersebut belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami anaknya.

Ia mengatakan, munculnya gejala berdekatan dengan sejumlah kegiatan sekolah dan kondisi cuaca yang cukup panas. Karena itu, dugaan bahwa keluhan tersebut disebabkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum dapat dipastikan.

“Kami masih menunggu kepastian penyebabnya. Ada beberapa faktor yang terjadi bersamaan, termasuk aktivitas tambahan di sekolah, kelelahan, dan cuaca panas,” ujarnya.

Laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kepala Dinkes KBB dr. Lia Nurliana bersama jajaran pelayanan kesehatan dan Kepala Puskesmas Padalarang memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan.

Laporan awal diterima sekitar pukul 19.00 WIB. Sejumlah pasien kemudian dibawa ke RS IMC Cimareme, Jalan Raya Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, dan RS Cibabat, Kota Cimahi.

Berdasarkan data sementara Dinkes KBB, terdapat 14 orang yang masuk dalam laporan penanganan terkait kejadian tersebut.

Dari jumlah itu, tujuh pasien dibawa ke RS IMC dan tiga di antaranya masih menjalani perawatan.

Lia mengatakan, petugas masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan para siswa.

“Kami menerima laporan mengenai siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan. Setelah laporan masuk, petugas kesehatan langsung kami arahkan untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan,” kata Lia.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien, Dinkes KBB menjadikan RS IMC sebagai lokasi penanganan sementara bagi pasien dari wilayah Cipeundeuy.

Rumah sakit tersebut telah menyiapkan sembilan tempat tidur serta sejumlah ruangan yang dapat digunakan apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.

Menurut Lia, pemilihan RS IMC sebagai lokasi penanganan sementara dilakukan karena rumah sakit tersebut berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat sehingga dapat mendukung percepatan penanganan.

“RS IMC kami siapkan sebagai titik penanganan sementara karena lokasinya berada di wilayah Bandung Barat dan diharapkan bisa membantu apabila jumlah pasien bertambah,” ujarnya.

Ia berharap tidak terjadi penambahan pasien dalam jumlah besar dan siswa yang kini menjalani perawatan dapat segera pulih.

Lia menegaskan, Dinkes KBB belum dapat menyimpulkan bahwa keluhan para siswa disebabkan makanan dalam program MBG.

Kepastian penyebab baru dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap berbagai kemungkinan, termasuk sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Saat ini kami belum dapat menyatakan bahwa sumbernya berasal dari menu MBG. Prioritas kami adalah memastikan seluruh pasien mendapat penanganan medis dan kondisinya segera membaik,” kata Lia.*

Pos terkait