SATUMEDIA.ID – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Lembang pada Jumat (24/10/2025) sore menyebabkan bencana banjir menerjang dua kampung di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Air bah yang datang tiba-tiba menghantam permukiman warga hingga merusak rumah, gereja, dan sekolah.
Sedikitnya delapan rumah warga di Kampung Pangragajian RT 02 RW 09 dan Kampung Sukahaji RT 01 RW 01 dilaporkan rusak setelah air setinggi pinggang orang dewasa menerobos masuk ke dalam rumah. Perabotan rumah tangga, alat elektronik, tempat tidur, bahkan mesin jahit hanyut terbawa arus.
Benteng penahan air yang jebol diduga menjadi penyebab utama banjir kali ini. “Benteng tidak kuat menahan derasnya air dari wilayah atas, sehingga meluap ke permukiman warga,” ungkap Dadang, petugas Trantib Kecamatan Lembang, Sabtu (25/10/2025).
Tak hanya rumah warga, Gereja GPIB Wisma Asih Lembang juga ikut terendam. Air hampir setinggi satu meter menggenangi altar, bangku jemaat, dan peralatan musik. Sejumlah jemaat tampak bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir dari dalam gereja.
Di SMAN 1 Lembang, air sempat memasuki beberapa ruang kelas. Meski demikian, aktivitas belajar tak terganggu lantaran para siswa telah dipulangkan lebih awal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Air hujan dari wilayah atas Lembang mengalir ke Kayuambon yang posisinya lebih rendah. Drainase di sini memang belum mampu menampung debit air sebesar itu,” jelas Dadang.
Pasca-kejadian, warga bersama anggota TNI langsung turun tangan membersihkan material banjir di Kampung Pangragajian. Satu unit eskavator dikerahkan untuk memperbaiki aliran air di Kampung Sukahaji.
Tim BPBD Bandung Barat bersama aparat kecamatan juga meninjau lokasi sejak Jumat malam. Bantuan darurat seperti kasur, terpal, dan paket sembako telah disalurkan kepada warga terdampak.
“Penyaluran bantuan terus dilakukan. Saat ini warga masih fokus melakukan pembersihan dan perbaikan rumah,” tambah Dadang.*


