Tiga Dekade Mengabdi, Edi Akhirnya Mendapat Pengakuan Sebagai PPPK Paruh Waktu

Tiga Dekade Mengabdi, Edi Akhirnya Mendapat Pengakuan Sebagai PPPK.(doc. Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Tangannya tampak bergetar ketika map berisi Surat Keputusan itu berpindah ke tangannya. Mata Edi Cahyadi berkaca-kaca, menahan luapan haru di Pendopo Kota Bandung. Setelah tiga dekade menjadi tenaga honorer di SMP Negeri 46 Bandung, pria berusia 52 tahun itu akhirnya mendapatkan pengakuan resmi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Edi termasuk dalam 7.326 tenaga honorer yang secara resmi menandatangani perjanjian kerja bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Senin, 27 Oktober 2025. Momen tersebut menjadi penanda babak baru dalam perjalanan panjang pengabdiannya.

“Sudah hampir 30 tahun saya menunggu, Kang. Dari tahun 1995 saya mulai bekerja di SMP 46. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya mendapatkan SK juga,” ujar Edi usai acara pelantikan dikutip dari laman resmi Pemkot Bandung.

SMP Negeri 46 Bandung berdiri pada tahun 1994. Setahun berselang, Edi mulai bekerja membantu berbagai kebutuhan di sekolah itu. Sejak saat itu, pengabdiannya tak pernah terputus meski status kepegawaiannya belum pasti. Berulang kali kebijakan berubah, namun semangatnya tak pernah luntur.

“Sudah 4-5 kali ikut tes CPNS dan PPPK. Kadang gagal, kadang belum ada formasi. Tapi saya tidak pernah menyerah,” kenangnya dengan senyum tipis.

Kini, di usianya yang menginjak 52 tahun, Edi bisa bernapas lega. Momen pelantikan itu ia sebut sebagai salah satu anugerah terbesar sepanjang hidupnya.

“Aduh, sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ini yang saya tunggu hampir 30 tahun. Kalau orang Sunda mah, dianti-anti pisan,” ucapnya dengan wajah penuh bahagia.

Bagi Edi, pengangkatan ini bukan sekadar status baru, tetapi bentuk nyata penghargaan dari pemerintah atas pengabdian panjang yang telah ia jalani.

“Dulu sempat berharap jadi PNS, tapi PPPK juga tidak apa-apa. Yang penting mah, sudah punya SK. Sudah diakui. Itu kebahagiaan luar biasa,” tuturnya.

Selama tiga dekade bekerja di SMP 46, Edi dikenal sebagai sosok yang tekun dan rendah hati. Ia bukan hanya bertanggung jawab atas tugas teknis sekolah, tetapi juga sering membantu guru, mendampingi siswa, serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap nyaman dan tertib.

Bagi pria asal Painan ini, sekolah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan bagian dari kehidupannya sendiri.

“Anak-anak sudah seperti keluarga. Setiap tahun ganti kepala sekolah, tapi saya tetap di sini. SMP 46 sudah jadi bagian dari hidup saya,” katanya pelan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung atas kesempatan yang diberikan bagi para tenaga honorer sepertinya untuk memperoleh pengakuan resmi.

“Kami berharap Pemkot Bandung selalu solid. Program PPPK Paruh Waktu ini luar biasa, kepanjangan tangan pemerintah yang memberi harapan baru bagi kami yang sudah lama mengabdi,” ucapnya penuh rasa syukur.

Edi juga menuturkan bahwa pesan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengenai pentingnya menjaga integritas sangat membekas di benaknya.

“Kata Pak Wali, integritas itu yang utama. Jadi kami pun akan menjaga itu. Jangan sampai setelah diangkat malah kendor. Justru harus lebih semangat,” tegasnya.

Dengan status barunya sebagai PPPK Paruh Waktu, Edi berkomitmen untuk menutup masa baktinya dengan sepenuh hati dan rasa syukur.

“Saya tidak tahu berapa lama lagi bisa bekerja, tapi yang pasti saya ingin terus berbuat baik sampai akhir masa tugas,” tutupnya dengan senyum hangat.

Pos terkait