Banjir Bandang dari Lembang Jebolkan Kirmir Cikalintu, Farhan: Normalisasi Tak Cukup

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau sejumlah titik terdampak bencana di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (1/11/2026) dini hari.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau sejumlah titik terdampak bencana di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (1/11/2026) dini hari. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascabanjir dan longsor.

Farhan menyambangi dua lokasi, yakni kirmir Sungai Cikalintu yang jebol akibat luapan air di Jalan Siliwangi Dalam IV, Kelurahan Cipaganti, serta titik longsor yang menghambat akses jalan warga di Kelurahan Sekeloa.

Peninjauan berlangsung sekitar pukul 04.00 hingga 06.30 WIB. Di lokasi Sungai Cikalintu, Farhan menjelaskan, kirmir sebelumnya telah diperkuat menggunakan konstruksi tembok setebal 25 sentimeter. Namun, derasnya arus banjir bandang yang datang dari kawasan Lembang membuat bangunan penahan sungai tersebut tetap rusak.

“Penguatan konstruksi sebenarnya sudah dilakukan. Namun, besarnya debit air yang turun dari kawasan Lembang membuat kirmir tidak mampu bertahan,” kata Farhan dikutip dari Humas Pemkot Bandung, Senin (2/11/2026).

Menurut Farhan, penanganan banjir di kawasan tersebut membutuhkan pendekatan berbeda. Pasalnya, normalisasi sungai dinilai tidak lagi cukup untuk mengantisipasi dampak banjir bandang dari wilayah hulu.

Pemkot Bandung kini tengah mengkaji sejumlah alternatif untuk mengurangi risiko banjir. Terlebih, kerusakan terbaru terjadi di bagian tengah sungai, sementara pekerjaan perbaikan sebelumnya juga berlangsung di kawasan hilir.

“Kita perlu mencari terobosan lain untuk menekan dampak banjir bandang dari Lembang. Karena itu, berbagai kemungkinan penanganan sedang dipertimbangkan,” ujarnya.

Selain meninjau Sungai Cikalintu, Farhan mendatangi lokasi longsor di Kelurahan Sekeloa. Bencana tersebut dipicu runtuhnya tebing tanah milik seorang warga yang kemudian menimpa rumah warga lainnya.

Meski material longsoran telah dibersihkan, kondisi tebing masih berpotensi menimbulkan longsor susulan jika tidak segera diperbaiki.

Dampaknya, akses jalan masyarakat menuju RT 04 dan RT 05 ikut terganggu. Farhan meminta pemilik lahan berkoordinasi dengan warga untuk menyepakati langkah penanganan, termasuk kemungkinan memangkas tebing atau membangun kirmir sebagai penahan tanah.

Ia mengingatkan, tanpa perbaikan permanen, longsor berisiko kembali terjadi dan membuat akses masyarakat terputus.

“Perlu ada kesepakatan antara pemilik lahan dan warga untuk segera membenahi tebing tersebut. Jika dibiarkan, kejadian serupa bisa terulang dan kembali menghambat mobilitas warga,” tutur Farhan.

Farhan menegaskan, penanganan kedua titik bencana tersebut perlu segera dilakukan agar kerusakan tidak meluas dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Sasapu Bandung ke-29 di Kecamatan Coblong. Melalui kegiatan itu, Pemkot Bandung tidak hanya mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memantau langsung persoalan dan kondisi wilayah.*

Pos terkait