SATUMEDIA.ID – Ardelia Calluella, finalis asal Kota Bandung, terpilih sebagai Duta Batik Jawa Barat 2026. Ia meraih gelar tersebut dalam grand final pemilihan Duta Batik Jawa Barat di Auditorium RRI Bandung, Jumat (23/10/2026).
Kemenangan Ardelia diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan batik. Tak hanya mempertahankan tradisi, anak muda juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru agar batik tetap diminati lintas generasi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberlanjutan batik sebagai warisan budaya sangat bergantung pada keterlibatan generasi penerus. Karena itu, anak muda perlu mengambil peran lebih besar dalam menjaga sekaligus mengembangkan batik Indonesia.
Farhan mengapresiasi penyelenggaraan pemilihan Duta Batik Jawa Barat yang dinilai menjadi salah satu cara untuk mendekatkan batik dengan kalangan muda.
Menurut dia, pelestarian batik tidak boleh berhenti pada upaya menjaga tradisi. Inovasi juga diperlukan agar batik terus berkembang dan memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Generasi berikutnya harus ikut menjaga batik Indonesia. Lebih dari itu, batik perlu terus dikembangkan agar mampu menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” kata Farhan dikutip dari laman Humas Pemkot Bandung, Sabtu (24/10/2026).
Ia optimistis generasi muda memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi dalam pengembangan batik. Para duta pun diharapkan dapat memanfaatkan kreativitas mereka untuk memperkenalkan batik dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Farhan berpesan agar para finalis tidak sekadar menjadi wajah promosi batik, tetapi juga berperan aktif dalam memperluas kecintaan masyarakat terhadap produk budaya tersebut.
“Anak muda punya banyak ide kreatif. Kembangkan gagasan itu agar batik semakin menarik dan tetap dekat dengan kehidupan generasi sekarang,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) Sendy Yusuf mengatakan, pemilihan Duta Batik Jawa Barat kembali digelar pada 2026 setelah sempat terhenti, terutama akibat pandemi Covid-19.
Sebelumnya, ajang pencarian duta batik tersebut telah diselenggarakan sebanyak tiga kali.
Menurut Sendy, pendaftaran peserta dibuka pada Juni 2026 dan berhasil menjaring ratusan anak muda dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Perjalanan menuju grand final tidak hanya mengandalkan penampilan. Peserta juga harus melewati seleksi administrasi, wawancara, pembekalan, serta pendalaman pengetahuan mengenai batik.
Pada tahap semifinal di Rumah Batik Komar, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik membatik secara langsung. Mereka mempelajari proses pembuatan batik, mulai dari mencanting hingga menghasilkan kain batik.
Sendy menjelaskan, ajang tersebut dirancang untuk mencari generasi muda yang memiliki pemahaman menyeluruh tentang batik, bukan sekadar mengenakannya sebagai bagian dari gaya berpakaian.
Para peserta diharapkan mampu memahami perjalanan sejarah batik, teknik pembuatannya, serta nilai filosofis yang terkandung dalam motif dari berbagai daerah.
“Kami ingin menemukan generasi muda yang bukan hanya mencintai batik, melainkan juga memahami sejarah, proses pembuatan, serta filosofi di balik motif dan corak batik dari berbagai daerah,” tutur Sendy.
Ia menegaskan, tanggung jawab para duta tidak berakhir ketika masa jabatan mereka selesai. Kecintaan terhadap batik diharapkan terus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya menjadi Duta Batik selama dua tahun. Jadilah sahabat dan pelestari batik sepanjang hayat,” kata Sendy.
Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026 menjadi bagian dari rangkaian Jambore Batik Jawa Barat. Agenda tersebut juga menghadirkan pameran batik di Hotel Golden Flower pada 24–25 Oktober 2026.
Pameran itu melibatkan perajin dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kehadiran para perajin diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan motif batik daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk batik.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap batik sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam industri batik.
Dengan perpaduan pelestarian tradisi dan kreativitas, batik Jawa Barat diharapkan semakin dikenal luas serta mampu menembus pasar lokal, nasional, hingga internasional.*





