SATUMEDIA.ID – Pembangunan kantor baru Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berlokasi di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat kian mendekati tahap akhir. Meski progres fisiknya telah mencapai 85 persen, penyelesaian proyek ini masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp9 miliar pada tahun 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopian, menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama kantor Damkar telah menelan biaya sebesar Rp9,3 miliar dari total pagu anggaran Rp10 miliar yang bersumber dari APBD murni 2025.
“Untuk tahap pertama hampir seluruh pekerjaan fisik utama sudah selesai. Namun agar fasilitasnya lengkap dan nyaman digunakan, masih dibutuhkan tambahan dana sekitar Rp8 sampai Rp9 miliar,” ujar Aan saat ditemui di kantornya, Selasa (4/11/2025).
Aan menambahkan, dana tambahan tersebut akan digunakan untuk penyelesaian tahap kedua yang mencakup pembangunan taman, area parkir, kolam penampungan air, dan fasilitas penunjang lainnya.
Menurutnya, jika tambahan anggaran dapat direalisasikan pada APBD 2026, maka pembangunan kantor Damkar Bandung Barat bisa rampung 100 persen. Namun demikian, tanpa tambahan dana pun bangunan sudah dapat difungsikan sebagian.
“Kalau pun belum ada tambahan tahun depan, kantor Damkar sudah bisa dipakai. Hanya saja, belum sepenuhnya sempurna,” tuturnya.
Hingga awal November ini, progres pembangunan masih sesuai target dengan masa kontrak kerja yang berakhir 17 Desember 2025. “Dari sisi waktu, proyek masih aman dan berjalan sesuai rencana,” kata Aan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan berkontribusi melalui bantuan penyediaan interior dan perlengkapan operasional Damkar.
“Bantuan dari gubernur tahun depan rencananya berupa interior dan alat pendukung operasional. Sedangkan kami fokus di pekerjaan fisik,” jelasnya.
Aan memastikan, berdasarkan hasil evaluasi konsultan perencana, struktur utama gedung sudah memenuhi standar dan siap digunakan. Adapun pekerjaan tambahan seperti taman dan area parkir akan diusulkan kembali dalam APBD murni tahun depan.
“Secara umum bangunan utama sudah siap digunakan. Tinggal pelengkapnya saja agar lebih representatif,” pungkasnya.*




