Normalisasi Cipamokolan Lama Dikebut, Tegalluar Kejar Pengendalian Banjir

Penanganan banjir di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terus dipercepat dengan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama.(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID –  Penanganan banjir di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terus dipercepat. Memasuki Rabu (3/12/2025), pekerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama dikerjakan intensif dengan mengerahkan alat berat sejak sepekan terakhir.

Di lokasi, backhoe tampak bekerja tanpa henti memperlebar dan memperdalam aliran sungai yang selama ini menjadi titik rawan banjir. Rentang lebar galian mencapai 6–8 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi Sungai Cipamokolan Lama yang sebelumnya menyempit dan dangkal.

Program penanganan banjir dilakukan melalui pendekatan pentahelix yang dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Pemerintah daerah melibatkan unsur OPD, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang kerap terjadi di Tegalluar.

Setiap hari, Bupati Dadang memantau perkembangan di lapangan. Ia juga meminta dukungan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) serta Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat agar penataan sungai dan selokan lebih optimal, terutama yang berkaitan dengan kelancaran aliran menuju Sungai Citarum.

Kepala Desa Tegalluar, Galih Hendrawan, turun langsung mengawasi pengerjaan normalisasi. Ia menyebut progres penanganan banjir kini mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, hari ini sudah delapan hari pengerjaan berlangsung. Normalisasi Sungai Cipamokolan Lama berjalan baik dan sudah tampak peningkatan,” ujar Galih.

Menurutnya, pengembalian bentuk aliran sungai ke kondisi semula menjadi kunci pengendalian banjir. Sungai yang semula tampak seperti selokan akibat penyempitan kini perlahan kembali terbuka sehingga mampu menampung debit air lebih besar.

“Normalisasi ini nantinya sangat efektif memperlancar aliran air dari hulu ke hilir, hingga menyatu dengan Sungai Citarum,” katanya.

Selain fokus pada sungai, tim pentahelix juga melakukan pengerukan selokan di sepanjang jalan provinsi guna mengurangi genangan dan mempercepat aliran air saat hujan.

Galih turut mengajak pengusaha setempat berperan aktif dalam penanganan banjir. Ia menilai keterlibatan bersama menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

“Dengan kolaborasi melalui program pentahelix, kami berharap persoalan banjir di Tegalluar bisa ditekan dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi harapan baru bagi warga Tegalluar yang selama ini bergantung pada solusi permanen untuk persoalan banjir tahunan.*

Pos terkait