PLN Prediksi 26.000 Kendaraan Listrik Digunakan pada Libur Nataru

Menghadapi libur Nataru 2025/2026, PLN menambah  unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU. (Dokumen PLN).**

SATUMEDIA.ID – PT PLN (Persero) memprediksi lonjakan signifikan penggunaan kendaraan listrik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Jumlah pengguna kendaraan listrik pada periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar 26.000 unit, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 12.183 unit.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan peningkatan ini sejalan dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, khususnya untuk perjalanan jarak jauh saat musim liburan.

“Tren kendaraan listrik terus meningkat. Pada Nataru kali ini, kami memprediksi jumlah penggunanya mencapai sekitar 26.000 unit,” ujar Adi dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (23/12/2025).

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN menambah secara signifikan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), khususnya di jalur mudik Trans Sumatra–Jawa. Jumlah mesin SPKLU di jalur utama mudik itu ditingkatkan hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Tahun lalu jumlah SPKLU di jalur mudik Trans Sumatra–Jawa sekitar 500 unit. Sekarang kami tingkatkan menjadi 1.515 unit yang tersebar di 865 titik,” kata Adi.

Secara nasional, PLN bersama mitra juga telah menyiapkan 4.514 unit SPKLU yang tersebar di 2.862 titik strategis di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memastikan perjalanan pemudik pengguna kendaraan listrik tetap aman dan nyaman.

Tak hanya itu, PLN juga mendirikan 117 Posko Siaga SPKLU di berbagai lokasi strategis, seperti rest area, SPKLU Center, serta kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN. Posko ini dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sembari mengisi daya kendaraan.

Untuk mendukung kemudahan perjalanan, PLN mengoptimalkan layanan melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk pelaporan gangguan listrik, tetapi juga membantu pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan.

“Misalnya pemudik dari Jakarta ke Surabaya, cukup memasukkan tujuan di aplikasi. Sistem akan menampilkan titik-titik SPKLU lengkap dengan jarak tempuhnya,” ujar Adi.

PLN berharap kesiapan infrastruktur ini dapat mendorong masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik, sekaligus mendukung perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.*

 

Pos terkait