Korlantas Polri: Kecelakaan Lalu Lintas Menurun 9.298 Kasus

Kecelakaan beruntun melibatkan sembilan kendaraan terjadi di Jalan Tol Cipularang Kilometer 112, tepatnya di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (2/12/2025).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Upaya Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, jumlah kecelakaan di jalan raya tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Korlantas Polri mencatat, pada 2024 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 150.096 kejadian. Angka tersebut turun menjadi 141.608 kejadian pada 2025 atau berkurang 9.298 kejadian. Penurunan ini setara dengan 6,16 persen dan dinilai sebagai tren positif dalam peningkatan keselamatan berlalu lintas.

“Kami laporkan bahwa kecelakaan lalu lintas pada 2024 sebanyak 150.096 kejadian, kemudian pada 2025 turun menjadi 141.608 kejadian. Artinya, ada penurunan 6,16 persen atau 9.298 kejadian,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dikutip dari laman Korlantas, Kamis (1/1/2025).

Tak hanya angka kecelakaan, Korlantas Polri juga berhasil menekan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Pada 2024, korban meninggal tercatat sebanyak 26.839 orang. Jumlah tersebut turun signifikan sebesar 19,8 persen atau berkurang 5.122 orang dalam kurun waktu satu tahun.

“Korban meninggal dunia tahun 2024 sebanyak 26.839 orang. Terakhir kami tutup dengan penurunan 19,8 persen, sehingga fatalitas kecelakaan bisa ditekan hingga 5.122 orang,” kata Agus.

Menurut Agus, ribuan nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan hasil dari berbagai upaya edukatif dan pendekatan persuasif yang dilakukan jajaran polisi lalu lintas di seluruh Indonesia. Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari perubahan paradigma Polri dalam memberikan pelayanan publik.

“Yang mestinya harus meninggal tidak jadi meninggal karena upaya-upaya edukatif. Penurunan ini cukup signifikan dan sangat berkaitan dengan bagaimana Polri berubah, dari yang ingin dilayani menjadi melayani masyarakat,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya cara bertindak yang humanis serta kedekatan Polri dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik, sikap merangkul, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Kami tidak mau masyarakat benci dengan kami. Karena itu kami harus mendekat, kami harus berkomunikasi, dan kami harus merangkul masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa pendekatan humanis menjadi salah satu program utama Polri dalam membangun kesadaran berlalu lintas. Program tersebut diinisiasi langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui gerakan Polantas Menyapa.

Dalam program ini, petugas tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga aktif mendatangi komunitas, pondok pesantren, hingga sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas.

“Daripada kita kejar-kejar pelanggaran, kami datang ke komunitas, ke pondok pesantren, ke sekolah-sekolah. Dampaknya, ketika kita bicara keselamatan lalu lintas dan pelayanan masyarakat, penurunannya ternyata cukup signifikan,” kata Agus.

Ia berharap, pendekatan humanis dan edukatif ini dapat terus memperkuat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri di mata publik.*

Pos terkait