SATUMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung memantau perayaan pergantian Tahun Baru 2026 di sejumlah titik keramaian Kota Bandung, Rabu (31/12/2025) malam. Hasilnya, perayaan berlangsung meriah tanpa insiden menonjol.
Pemantauan dilakukan dengan menyisir lokasi-lokasi strategis menggunakan kendaraan roda dua, di antaranya Pos Pengamanan Stasiun Bandung, kawasan Paskal 23, Pos Pengamanan Terpadu Soekarno, hingga area Balai Kota Bandung.
Dalam kegiatan tersebut, Farhan didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung, termasuk unsur TNI, Polri, Kejaksaan, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Farhan mengungkapkan, lonjakan penumpang terjadi di Stasiun Kereta Api Bandung sejak beberapa hari menjelang akhir tahun. Rata-rata pergerakan penumpang tercatat mencapai 20.000 hingga 30.000 orang per hari sejak 23–24 Desember 2025.
“Kepadatan memang terjadi, tetapi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kami juga menyiagakan petugas kesehatan karena biasanya setelah perjalanan jauh ada warga yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Farhan.
Selain stasiun, pemantauan juga menyasar terminal-terminal besar serta kawasan hiburan dan wisata. Jalan Asia Afrika menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena menjadi pusat konsentrasi warga pada malam pergantian tahun.
Untuk menjamin keamanan, Pemkot Bandung bersama TNI-Polri menyiagakan 18 pos pengamanan di berbagai wilayah kota. Seluruh personel disebut berada dalam kondisi siaga penuh hingga dini hari.
“Alhamdulillah tidak ada kejadian menonjol. Warga merayakan malam tahun baru dengan tertib,” kata Farhan.
Pengamanan, lanjut dia, juga diperluas hingga wilayah Bandung Timur, termasuk kawasan Gedebage. Pemerintah menargetkan aktivitas perayaan selesai pada pukul 01.00 WIB, dilanjutkan dengan pembersihan area publik untuk mencegah kerumunan berkepanjangan.
“Kita jaga agar tidak ada kumpul-kumpul terlalu lama. Setelah jam satu, area publik langsung dibersihkan,” ujarnya.
Menutup tahun 2025, Farhan menyebut periode awal kepemimpinannya diwarnai berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga persoalan keamanan dan hukum. Namun, seluruhnya dapat dilalui berkat soliditas lintas institusi.
Memasuki 2026, Pemerintah Kota Bandung akan memprioritaskan pembenahan permukiman, penguatan mitigasi bencana, percepatan pembangunan 17 ruas jalan utama, serta pengembangan sektor pariwisata, termasuk MICE dan sport tourism.
“Kita belajar bahwa kolaborasi adalah kunci. Tidak ada pembangunan yang bisa berjalan sendiri,” ujar Farhan.*





