Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 24 dan 28-29 Maret, Polri Imbau Masyarakat Atur Waktu Perjalanan

Kemacetan di Jalan Raya Padalarang dari arah Bandung menuju Cianjur pada Minggu (22/3/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24 Maret serta kembali memuncak pada 28 hingga 29 Maret 2026. Masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan sejak dini guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di berbagai ruas jalan utama.

Prediksi tersebut disampaikan Korlantas Polri seiring masih berlangsungnya arus mudik hingga memasuki hari ke-10 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum tetap aman dan kondusif.

Berdasarkan laporan periode Sabtu (21/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan. Namun, dinamika lalu lintas masih menjadi perhatian.

Polri mencatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam periode tersebut. Dari jumlah itu, 8 orang meninggal dunia, 60 orang mengalami luka berat, dan 489 lainnya luka ringan. Total kerugian materiil ditaksir mencapai lebih dari Rp206 juta.

Sementara itu, pergerakan kendaraan menunjukkan arus mudik masih terus berlangsung. Hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta, atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, mengingatkan masyarakat agar tidak menunda perjalanan arus balik hingga mendekati puncak.

“Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan arus balik dengan baik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu,” ujarnya dikutip dari siaran pers Korlantas Polri, Senin (23/3/2026).

Ia menyarankan pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 untuk menghindari lonjakan kendaraan pada periode puncak arus balik.

Di sisi lain, Marupa juga mengingatkan masyarakat yang berwisata selama libur Lebaran untuk tetap mengutamakan keselamatan, terutama di destinasi wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang.

Pengelola tempat wisata pun diminta turut memastikan aspek keselamatan dengan memperhatikan kapasitas pengunjung serta standar keamanan.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman meski terjadi peningkatan volume kendaraan pada periode puncak.*

Pos terkait