SATUMEDIA.ID – Kelahiran seekor bayi kuda nil Afrika di Lembang Park & Zoo (LPZ) menjadi kabar gembira sekaligus daya tarik baru bagi wisatawan pada momen libur Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 Hijriah.
Bayi kuda nil jantan yang diberi nama Bola lahir dari pasangan kuda nil koleksi LPZ, yaitu kuda nil jantan Boni berusia 9 tahun dan kuda nila betina, Bela berusia sekitar 7 tahun. Kelahiran tersebut terjadi satu bulan lalu dan kini bobotnya telah mencapai 70 kilogram.
LPZ merupakan salah satu kebun binatang terbaik versi Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI). Bukan hanya sekadar destinasi wisata, tapi juga memiliki fungsi sebagai lembaga konservasi.
Berdasarkan catatan yang dimiliki Satumedia, LPZ yang berlokasi di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil mengembangbiakan sejumlah satwa liar, mulai dari harimau, kuda poni, hingga Komodo, dan lain sebagainya.
Perwakilan manajemen LPZ, Evan Hans Cristian, menjelaskan bahwa nama Bola diambil dari gabungan nama kedua induknya.
“Bayi kuda nil ini kami beri nama Bola, singkatan dari Boni dan Bela,” ujar Evan, Senin (24/3/2026).
Menurut dia, kehadiran Bola menjadi momen spesial, tidak hanya bagi pengelola, tetapi juga bagi pengunjung yang datang, terutama saat periode libur Lebaran yang identik dengan lonjakan wisatawan.
Bola kini mulai diperkenalkan kepada publik dan dapat dilihat langsung oleh pengunjung. Meski demikian, pengelola tetap memperhatikan kenyamanan satwa dengan menerapkan sistem perawatan bergantian antara induk dan pejantan.
“Ini pengalaman baru bagi pengunjung, apalagi saat momen libur panjang seperti Idulfitri,” kata Evan.
Kelahiran ini sekaligus menegaskan keberhasilan Lembang Park & Zoo dalam program pengembangbiakan satwa. Sebelumnya, LPZ juga sukses mengembangbiakkan sejumlah satwa lain, termasuk harimau.
Saat ini, LPZ memiliki sekitar 1.000 ekor satwa dari lebih 200 spesies. Selain menjadi destinasi wisata keluarga, lembaga ini juga aktif menjalankan fungsi konservasi dengan mendorong perkembangbiakan satwa secara alami.
Evan menambahkan, proses pengembangbiakan satwa tidak selalu mudah karena bergantung pada kondisi masing-masing hewan. Namun, pihaknya terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung agar satwa dapat berkembang biak dengan baik.
Meski kuda nil Afrika sudah pernah lahir di kebun binatang lain di Indonesia, kehadiran Bola tetap menjadi tonggak penting bagi LPZ, sekaligus memperkaya pengalaman edukasi bagi para pengunjung.*





