SATUMEDIA.ID – Lembang Park & Zoo (LPZ), Kabupaten Bandung Barat (KBB), mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur sekolah 2026. Ribuan pengunjung datang setiap hari, didominasi keluarga dari wilayah Jabodetabek hingga Sumatera Selatan.
Perwakilan manajemen LPZ, Evan Hans Cristian, mengatakan tingginya minat masyarakat tidak lepas dari konsep wisata edukasi dan keluarga yang terus dikembangkan.
“Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga karena LPZ mengusung konsep wisata edukasi dan rekreasi keluarga. Kami juga terus menambah koleksi satwa, termasuk unta dan zebra, sehingga pilihan atraksi semakin beragam,” ujar Evan saat ditemui di LPZ, Sabtu (5/7/2026).
Menurut dia, gajah dan harimau masih menjadi satwa favorit yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, keberadaan belasan burung pelikan juga menyita perhatian pengunjung karena kawanan burung berparuh panjang tersebut dapat dilihat dari jarak dekat.
Evan menambahkan, manajemen tengah menyiapkan pengembangan kandang gajah dengan konsep yang lebih nyaman bagi satwa sekaligus memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
“Kami sedang menyiapkan kejutan berupa pengembangan kandang gajah agar kesejahteraan satwa semakin baik dan pengalaman pengunjung juga lebih menarik,” kata Evan
Ia memperkirakan puncak kunjungan diperkirakan masih berlangsung hingga Senin atau Selasa pekan depan. Selama masa libur sekolah, LPZ juga mencatat kenaikan jumlah pengunjung sekitar 15 persen per hari dibandingkan hari biasa.
Diketahui, LPZ merupakan salah satu kebun binatang terbaik versi . Selain menjadi destinasi wisata keluarga, LPZ juga menjalankan fungsi sebagai lembaga konservasi satwa.
Berdasarkan catatan manajemen, kebun binatang yang berada di Kecamatan Parongpong tersebut berhasil mengembangbiakkan sejumlah satwa, antara lain harimau, kuda poni, dan komodo, melalui proses perkembangbiakan alami.
Saat ini, LPZ memiliki sekitar 1.000 ekor satwa dari lebih dari 200 spesies. Selain menghadirkan wahana rekreasi, lembaga ini aktif mendorong program konservasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian satwa liar.*





