SATUMEDIA.ID – Video seorang pawang gajah tertimpa seekor gajah saat sesi presentasi edukasi di Lembang Park & Zoo (LPZ), Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pawang terlihat berada dalam lilitan belalai gajah. Beberapa saat kemudian, gajah tersebut kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan menimpa pawang.
Pawang yang diketahui bernama Dedi Maulana itu tampak kesakitan setelah tertimpa tubuh gajah.
Kapolsek Cisarua Kompol Iwan Setiawan
membenarkan kejadian tersebut. Insiden berlangsung pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB ketika kegiatan presentasi dan edukasi gajah Sumatera berlangsung.
“Peristiwanya terjadi saat sesi presentasi dan edukasi gajah Sumatera. Jadi, saat itu memang sedang ada kegiatan bersama pawang atau mahout,” ujar Iwan dikutip dari unggahan video akun Instagram @Lembang Park & Zoo, Rabu (16/9/2026).
Kompol Iwan mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Dari pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan tidak ada gajah yang mengamuk dan tidak ada pengunjung yang menjadi korban.
“Ketika kami periksa lokasi, tidak ditemukan adanya gajah yang mengamuk. Kegiatan tersebut juga tidak melibatkan pengunjung anak-anak ataupun masyarakat umum sebagai korban,” kata Iwan.
Iwan menjelaskan, insiden terjadi ketika salah satu kaki gajah kehilangan pijakan di area tanah yang kondisinya gembur. Satwa tersebut kemudian terjatuh dan mengenai Dedi yang sedang mendampinginya.
“Di lokasi memang terlihat bekas pijakan gajah yang terpeleset. Kondisi tanah yang gembur membuat pijakannya tidak stabil sehingga gajah kehilangan keseimbangan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Dedi mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan medis. Dedi mengalami dislokasi pada bagian kaki dan paha sebelah kiri. Saat ini, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Korban mengalami dislokasi pada bagian kaki dan paha sebelah kiri. Sekarang masih menjalani perawatan di RSHS Bandung.
Iwan menambahkan, kondisi Dedi saat dilakukan pengecekan masih sadar. Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut.
Setelah kejadian, pendamping lain bersama dokter hewan melakukan penanganan terhadap gajah untuk memastikan kondisinya.
Menurut Iwan, hasil pemeriksaan menunjukkan satwa tersebut dalam keadaan baik.
“Setelah kejadian, gajah langsung diamankan dan diperiksa oleh dokter hewan. Dari pemeriksaan, kondisinya baik dan tidak mengalami gangguan kesehatan maupun stres,” ujar Iwan.
Manajemen LPZ Lakukan Evaluasi
Manajemen Lembang Park & Zoo (LPZ), Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberikan klarifikasi terkait video pawang tertimpa gajah saat sesi presentasi edukasi gajah Sumatera yang viral di media sosial.
Kurator LPZ Aris Septiandi mengatakan, insiden tersebut memang terjadi dalam kegiatan edukasi satwa. Namun, orang yang terlibat dalam kejadian merupakan mahout atau pendamping gajah, bukan pengunjung maupun anak-anak.
Dalam klarifikasinya yang diunggah melalui akun Instagram, Aris menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus memastikan kondisi gajah dan mahout telah mendapatkan penanganan.
“Orang yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan mahout kami, bukan pengunjung. Saat ini, kondisi mahout maupun gajah dalam keadaan baik dan telah mendapatkan penanganan,” ujar Aris dalam keterangannya.
Aris menjelaskan, insiden terjadi ketika kondisi permukaan tanah di area presentasi tidak stabil sehingga pijakan gajah terganggu. Satwa tersebut kemudian terpeleset dan mengenai mahout yang sedang mendampinginya.
Menurut dia, kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pengelola LPZ, terutama menyangkut aspek keselamatan dalam setiap kegiatan edukasi satwa.
“Peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi kami. Keselamatan tidak hanya berkaitan dengan penanganan setelah kejadian, tetapi juga bagaimana potensi risiko dikenali dan dicegah sejak awal,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, manajemen LPZ melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan presentasi edukasi gajah.
Evaluasi tersebut mencakup kondisi area, prosedur keselamatan, sistem pengelolaan kegiatan, hingga mekanisme penanganan dalam situasi darurat.
Aris mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pencegahan dan mengurangi kemungkinan terjadinya insiden serupa pada masa mendatang.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kondisi area dan prosedur keselamatan sampai sistem pengelolaan kegiatan serta penanganan keadaan darurat,” ujarnya seraya menambahkan,
aspek keselamatan satwa juga menjadi bagian dari evaluasi pengelola.
Dalam klarifikasinya, manajemen LPZ juga menjelaskan mengenai peran mahout yang terlihat dalam video.
Mahout merupakan pendamping atau perawat gajah yang bertugas merawat sekaligus mendampingi satwa tertentu. Setiap mahout memiliki tanggung jawab terhadap gajah yang menjadi tanggungannya.
Aris menegaskan, orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut merupakan salah satu mahout LPZ yang bertugas mendampingi gajah dalam kegiatan edukasi.
Klarifikasi tersebut disampaikan manajemen untuk meluruskan informasi yang berkembang di media sosial sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi orang yang terlibat maupun satwa dalam kejadian tersebut.*





