Program MBG di Masjid Lembang Diserbu, Jadi Ruang Berbagi bagi Semua Kalangan

Masjid Daarul Aulia di Jalan Raya Tangkubanparahu, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, KBB, menggelar program Makan Berkah Gratis (MBG) dengan membagikan makan siang gratis setiap hari kepada masyarakat usai salat Zuhur berjamaah.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Masjid Daarul Aulia di Jalan Raya Tangkubanparahu, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar program Makan Berkah Gratis (MBG) dengan membagikan makan siang gratis setiap hari kepada masyarakat usai salat Zuhur berjamaah.

Pengasuh Masjid Daarul Aulia, Wagi Sungkawa, mengatakan, program tersebut telah berjalan selama sekitar empat bulan. Setiap hari, pengurus masjid menyiapkan sekitar 40 porsi makan siang yang dapat dinikmati jamaah setelah menunaikan salat Zuhur berjamaah.

Menurut pria yang akrab disapa Abi Wagi itu, program tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Salat Zuhur berjamaah menjadi syarat bagi siapa pun yang ingin mengikuti makan bersama sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus memenuhi kebutuhan dasar jamaah.

“Pada awal pelaksanaannya program makan siang gratis diprioritaskan bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun, seiring berjalannya waktu, sasaran penerima diperluas sehingga siapa pun dapat ikut menikmati hidangan tersebut tanpa memandang latar belakang ekonomi,” kata Abi Wagi, Minggu (5/7/2026).

Abi Wagi menuturkan, konsep tersebut merupakan implementasi masjid yang ramah bagi semua kalangan. Musafir, pekerja, maupun warga yang sedang melintas dipersilakan singgah untuk beribadah sekaligus menikmati makan siang bersama.

Ia menilai, program tersebut memberikan manfaat yang berbeda bagi setiap orang. Bagi masyarakat kurang mampu, makan gratis dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi masyarakat yang lebih mampu, kegiatan itu menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk berbagi kepada sesama.

Program tersebut, lanjut dia, juga terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan latar belakang agama maupun status sosial. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula peluang untuk membangun kepedulian dan kebersamaan melalui masjid.

“Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Bahkan, jumlah jamaah yang hadir setiap hari kerap melampaui kapasitas makanan yang disediakan,” jelasnya.

Abi Wagi mengungkapkan, meski rata-rata hanya tersedia sekitar 40 porsi setiap hari, pada momen tertentu pihaknya pernah membagikan hingga 250 porsi karena tingginya antusiasme masyarakat. Penerima manfaat pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek online, musafir, pemulung, pengemis, hingga warga yang kebetulan sedang melintas.

Ia berharap program Makan Berkah Gratis dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, program tersebut diharapkan mampu mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berdonasi demi keberlangsungan kegiatan tersebut.*

Pos terkait