SATUMEDIA.ID – Pelaku usaha sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan terus menurunnya jumlah kunjungan wisatawan.
Padahal momen libur panjang atau cuti bersama pada tahun 2025 jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hanya beberapa destinasi wisata yang tetap stabil kunjungan wisatawannya.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya kunjungan wisatawan. Salah satunya karena kondisi perekonomian masyarakat yang belum bagus.
“Selain itu, efisiensi anggaran oleh pemerintah ikut berdampak kepada masyarakat. Pada ujungnya berimbas pada sektor pariwisata,” sebut David, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, untuk mengembalikan kejayaan pariwisata tidak lagi bicara pentahelix namun sudah bertambah menjadi Hexahelix.
“Hexahelix adalah model yang melibatkan enam stakeholder utama dalam suatu sistem atau industri,” ucapnya.
Ia menyebut ada enam stakeholder tersebut adalah pemerintah yang bertanggung jawab atas kebijakan dan regulasi, kemudian Industri yang bertanggung jawab atas pengembangan produk dan jasa.
Lainnya, akademisi yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan. Masyarakat bertanggung jawab atas partisipasi dan dukungan.
“Serta media juga harus ikut bertanggung jawab atas promosi dan informasi, terakhir
komunitas internasional yang bertanggung jawab atas kerja sama dan jaringan global,” jelasnya.
Sementara itu, wisatawan yang datang ke sejumlah destinasi wisata di Bandung Barat (pada momen libur panjang Iduladha 1446 H/2025 mencapai 61.488.
Data tersebut berasal dari 18 destinasi wisata yang tersebar di berbagai lokasi di KBB. Terutama di wilayah Cisarua, Parongpong, dan Lembang.
“Selama libur panjang Iduladha 2025 dari tanggal 5-9 Juni, wisatawan yang masuk ke KBB totalnya 61.488 wisatawan, dengan puncak kunjungan di Hari Sabtu,”
Berdasarkan rincian, kunjungan wisatawan pada tanggal 5 Juni sebanyak 6.034, lalu 6 Juni 13.525, kemudian 7 Juni 19.232, adapun di tanggal 8 Juni tercatat 14.494, serta tanggal 9 Juni ada 8.203 wisatawan.
“Jika dibandingkan libur Idulfitri lalu angka kunjungan ini ada penurunan sedikit. Mungkin kalau Idulfitri orang silaturahmi terus rekreasi bareng keluarga besar, tapi di Iduladha biasanya orang stay di rumah setelah motong kurban,” pungkasnya.*





