SATUMEDIA.ID – Libur Lebaran 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga 12 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Kepala Disparbud KBB Asep Dendih melalui Kepala Bidang Pariwisata, David Oot, mengatakan peningkatan tersebut terlihat signifikan terutama pada puncak arus kunjungan.
“Pada momen Lebaran 2026 terjadi peningkatan sekitar 12 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. Puncak kunjungan terjadi pada H+2 Lebaran,” ujar David saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di KBB selama periode libur Lebaran mencapai 166.344 orang. Angka tersebut dihimpun dari 16 destinasi wisata yang tersebar di wilayah utara dan selatan.
Perhitungan kunjungan dilakukan sejak H-3 hingga H+3 Lebaran. Dari rentang waktu tersebut, lonjakan tertinggi terjadi pada H+2 dengan jumlah wisatawan mencapai 42.162 orang dalam satu hari.
Meski demikian, David mengakui tidak semua destinasi wisata mengalami peningkatan kunjungan. Beberapa di antaranya justru mencatat penurunan jika dibandingkan dengan periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
“Kendati ada beberapa yang menurun, secara umum tren kunjungan wisata di KBB tetap mengalami peningkatan,” katanya.
Menurut dia, kenaikan jumlah wisatawan didorong oleh sejumlah faktor. Di antaranya perbaikan aksesibilitas dan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta peningkatan fasilitas penunjang di kawasan wisata.
Selain itu, kehadiran wahana dan atraksi baru di sejumlah destinasi turut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kolaborasi lintas pemerintah daerah serta kepatuhan pelaku usaha pariwisata terhadap regulasi juga dinilai berkontribusi menjaga kenyamanan dan keamanan selama masa libur.
Dengan tren positif ini, Disparbud KBB optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, khususnya pada momentum libur panjang.*





