SATUMEDIA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dinilai menjadi penopang utama pembiayaan pembangunan daerah di tengah tekanan fiskal tahun anggaran 2026.
Dedi menyebut, PKB masih menjadi kontributor terbesar pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Barat. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah kendaraan yang tercatat aktif membayar pajak.
“Jumlah kendaraan yang membayar pajak sekarang sudah lebih dari 12,5 juta unit. Sebelumnya hanya di kisaran 10 sampai 11 juta. Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang terus membaik,” ujar Dedi dalam rilis resmi yang dikutip, Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan, dana PKB telah dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar yang manfaatnya dirasakan langsung. Di antaranya perbaikan jalan, penerangan jalan umum, penataan drainase, pembangunan trotoar dan taman, serta penguatan sistem keamanan wilayah melalui CCTV.
Menurut Dedi, keberhasilan pembangunan bukan semata diukur dari proyek besar, melainkan dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
“Rakyat kita sederhana. Jalan baik dan penerangan yang layak sudah cukup membuat mereka bahagia,” kata dia.
Di tengah menurunnya dana bagi hasil pajak dari pemerintah pusat, kewajiban pembayaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta pembiayaan Bandara Kertajati, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap menjaga disiplin anggaran.
Sejumlah kebijakan penghematan pun ditempuh, mulai dari pembatasan kegiatan seremonial, pemangkasan belanja operasional, hingga penghapusan perjalanan dinas, agar alokasi anggaran lebih difokuskan untuk kepentingan publik.
Dedi pun mengajak masyarakat Jawa Barat untuk terus menjaga kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor. Ia berharap, kepercayaan publik yang telah terbangun dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Jawa Barat yang merata dan berkelanjutan.*





