700 Sekolah Swasta Disiapkan, KDM Jamin Semua Anak Bisa Bersekolah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Humas Pemprov Jabar).**

SATUMEDIA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para orang tua calon peserta didik baru untuk tetap tenang dan tidak khawatir menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Ia menegaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

Dedi mengatakan, proses pendaftaran SPMB yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2026 kini lebih sederhana karena data calon peserta didik SMA dan SMK telah terintegrasi dalam sistem. Dengan demikian, orang tua tidak perlu lagi melakukan pendaftaran dari awal seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, calon peserta didik hanya perlu memastikan dokumen persyaratan telah lengkap, kemudian mengikuti tahapan yang tersedia pada aplikasi SPMB.

“Semua data sudah masuk dalam sistem. Tinggal melengkapi persyaratan dan mengikuti petunjuk yang ada di aplikasi,” kata Dedi yang akrab dipanggil KDM.

Ia mengakui masih ada kekhawatiran di tengah masyarakat terkait peluang diterima di sekolah negeri. Namun berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masih terdapat sejumlah SMA dan SMK negeri yang belum terpenuhi kuotanya.

Karena itu, KDM mengimbau masyarakat untuk lebih terbuka dalam menentukan pilihan sekolah dan tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang selama ini menjadi tujuan utama para pendaftar.

“Masih banyak sekolah negeri yang memiliki daya tampung. Jangan hanya berkumpul di sekolah tertentu hingga jumlah pendaftarnya membludak,” ujarnya.

Bagi siswa yang tinggal di daerah perbatasan, KDM menyarankan agar memanfaatkan sekolah penyangga yang telah disiapkan pemerintah sebagai alternatif untuk memperluas akses pendidikan.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga menyediakan SMA Terbuka bagi siswa yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari. Program tersebut tetap berstatus sekolah negeri dan menghasilkan ijazah yang memiliki legalitas yang sama dengan sekolah reguler.

“Yang terpenting adalah anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya. SMA Terbuka menjadi salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tuturnya.

Dedi juga memastikan siswa yang belum diterima di sekolah negeri tidak perlu berkecil hati. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggandeng sekitar 700 sekolah swasta untuk mendukung pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.

Melalui Program Beasiswa Pancawaluya, siswa yang bersekolah di sekolah swasta mitra pemerintah akan mendapatkan bantuan pembiayaan sehingga tidak terbebani biaya pendidikan.

“Ke depan, tidak boleh ada anak yang gagal sekolah hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan daya tampung. Negara harus hadir memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang sama,” tegas KDM.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Yang paling penting bukan di mana anak sekolah, tetapi memastikan mereka tetap bersekolah dan memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.*

sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7651399064474422536

Pos terkait