Jangkau 55,1 Juta Penerima Per Hari, Kemenkes Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Oktavianus.(Dok.Kemenkes).**

SATUMEDIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat lompatan besar dalam cakupan penerima manfaat. Jika awalnya ditargetkan menjangkau 6 juta orang, kini program tersebut telah melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari.

Seiring peningkatan skala tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk mengawal mutu dan keamanan pangan agar makanan yang dibagikan tetap aman, layak konsumsi, dan higienis.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Oktavianus mengatakan, peran utama Kemenkes dalam pelaksanaan MBG adalah melakukan pengawasan, terutama terhadap standar keamanan pangan di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

“Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” ujar Benjamin dikutip dari laman Kemenkes RI, Minggu (11/1/2026).

Menurut dia, pengawasan dilakukan melalui kerja sama antara Kemenkes dan dinas kesehatan di daerah. Dinas kesehatan bertugas memastikan seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari kebersihan dapur hingga penyajian, sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.

Salah satu instrumen utama pengawasan tersebut adalah sertifikasi laik higienis dan layak konsumsi bagi dapur-dapur SPPG.

“Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis,” jelas Benjamin yang akrab disapa dr. Benny.

Hingga kini, sebanyak 4.535 dapur SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Sertifikat tersebut diberikan setelah dapur memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk kebersihan lingkungan, prosedur pengolahan makanan, serta hasil pemeriksaan laboratorium.

Ia menegaskan, tidak semua dapur dapat langsung memperoleh sertifikat. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan sebelum dinyatakan layak beroperasi, demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Melalui pengawasan berlapis tersebut, Kemenkes memastikan 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, mendapatkan makanan yang aman dan bergizi setiap hari.

“Kalau kita melihat angka-angka pelayanan hari ini 55,1 juta, baik anak sekolah maupun ibu-ibu hamil, ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta penerima manfaat MBG,” kata dr. Benny.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi langkah penting dalam perjalanan program MBG menuju target nasional 82 juta penerima manfaat.*

Pos terkait