Menara Masjid Negara Setinggi 99 Meter, Simbol Asmaul Husna di Jantung IKN

Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan Masjid Negara telah mencapai 90 persen. Masjid megah ini dirancang mampu menampung hingga 60.000 jemaah dan diproyeksikan menjadi pusat spiritual umat Islam di ibu kota baru.(Dok.Kemenag).**

SATUMEDIA.ID – Pembangunan kawasan rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan Masjid Negara telah mencapai 90 persen. Masjid megah ini dirancang mampu menampung hingga 60.000 jemaah dan diproyeksikan menjadi pusat spiritual umat Islam di ibu kota baru.

Salah satu daya tarik utama Masjid Negara adalah menara minaret setinggi 99 meter yang melambangkan 99 nama Allah atau Asmaul Husna. Desain arsitektural masjid ini tidak hanya menonjolkan kemegahan, tetapi juga sarat makna filosofis dan spiritual.

Di kawasan yang sama, pembangunan Gereja Basilika juga menunjukkan kemajuan yang tak kalah pesat. Gereja berkapasitas 1.600 umat ini dirancang dengan arsitektur unik yang membentuk simbol salib jika dilihat dari udara. Selain bangunan utama, Gereja Basilika akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti Wisma Uskup, Jalan Salib, Taman Goa Maria, hingga Gedung Kolaborasi Lintas Agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung progres pembangunan fasilitas rumah ibadah di IKN, Minggu (11/1/2026). Dalam kunjungannya, Menag menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian sarana peribadatan yang akan menjadi simbol kerukunan dan moderasi beragama.

“Saat ini Masjid Negara dan Gereja Basilika sedang dalam tahap pembangunan. Ke depan, kawasan ini akan menjadi kompleks rumah ibadah lintas agama yang inklusif,” ujar Nasaruddin dikutip dari laman Kemenag.

Ia menjelaskan, tidak hanya dua bangunan tersebut, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah ibadah agama lain seperti gereja Kristen, vihara, klenteng, kuil, hingga pura besar yang akan dibangun berdekatan dalam satu kawasan.

Kepala Petugas Konstruksi IKN, Evry, menambahkan bahwa konsep utama kawasan rumah ibadah ini adalah kebersamaan dan keharmonisan. Menurutnya, rumah ibadah umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dirancang untuk berdampingan secara terintegrasi.

“Tahap awal memang difokuskan pada Masjid Negara dan Basilika. Namun dalam rencana besar, akan dibangun pula klenteng besar, vihara, dan pura yang menyatu dalam satu kawasan,” kata Evry.

Selain meninjau fisik bangunan, Menag juga memberikan sejumlah masukan teknis dan estetis. Ia menyarankan penambahan ornamen dinding serta pengaturan pencahayaan yang lebih artistik untuk memperkuat nuansa spiritual pada Masjid Negara dan Gereja Basilika.

Menag berharap pembangunan kawasan rumah ibadah ini dapat segera dirampungkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta aparatur yang bertugas di IKN, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami berharap pembangunannya berjalan lancar dan bisa segera selesai. Jika memungkinkan, fasilitas ini sudah dapat digunakan masyarakat untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN,” ujar Nasaruddin.

Pembangunan kompleks rumah ibadah di IKN ini diharapkan menjadi cerminan nyata visi Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan moderasi beragama di tengah modernitas.*

Pos terkait