SATUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan menyiagakan 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau Pasukan Orange. Ribuan petugas tersebut dikerahkan untuk menangani sampah yang kerap meningkat saat banjir melanda sejumlah wilayah ibu kota.
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipasi terhadap potensi curah hujan tinggi pada Januari hingga Februari 2026. Menurut dia, kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor krusial agar dampak banjir tidak semakin meluas.
“Penanganan sampah harus dilakukan cepat dan terkoordinasi agar tidak menghambat aliran air serta tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru bagi warga,” ujar Asep dalam siaran pers yang dikutip Jumat (16/1/2026).
DLH DKI Jakarta turut menyiapkan armada dan sarana pendukung dalam jumlah besar. Sebanyak 101 truk pengangkut sampah dan 116 alat berat disiagakan, disertai 15 perahu karet untuk menjangkau wilayah tergenang. Selain itu, 25 bus toilet dan 48 toilet portabel juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan petugas dan warga terdampak.
Untuk kerja di lapangan, DLH mengerahkan ribuan peralatan, di antaranya 1.369 cangkrang, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah. Seluruh sumber daya tersebut disebar di 25 lokasi yang dinilai rawan banjir.
“Penempatan personel dan armada kami fokuskan di titik-titik rawan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sekaligus menjaga fungsi drainase tetap optimal,” kata Asep.
Selain itu, DLH menerapkan pola kerja khusus selama musim hujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. Sebanyak 29 unit saringan sampah otomatis dioptimalkan untuk mencegah sampah menyumbat saluran air dan sungai.
“Upaya ini diharapkan dapat menekan dampak banjir sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Asep.*




