SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Sarung Majalaya ke-4 Tahun 2026. Dukungan itu ditegaskan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima audiensi panitia festival di Ruang Rapat Sekda, Soreang, Selasa (20/1/2026).
Ali menilai Festival Sarung Majalaya bukan sekadar agenda seremonial atau ajang keramaian, melainkan memiliki nilai strategis dalam membangun event berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas dan city branding Majalaya sebagai sentra sarung tradisional.
“Mengangkat potensi budaya lokal seperti Sarung Majalaya sangat penting karena mampu mendorong kemandirian kecamatan dan desa, serta menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Ali.
Menurut dia, setiap program berbasis budaya harus dilihat dari multiplier effect yang dihasilkan. Mulai dari peningkatan nilai tambah produk, terbukanya lapangan kerja, hingga peluang membawa Sarung Majalaya menembus pasar internasional.
Atas dasar itu, Pemkab Bandung berkomitmen mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan festival sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku. Ali juga mendorong panitia untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan para pengusaha sarung Majalaya agar festival benar-benar memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.
Sejalan dengan arahan Bupati Bandung, Ali menegaskan setiap penyelenggaraan event daerah wajib menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia juga menekankan pentingnya koordinasi pengusaha sarung dengan Pemkab Bandung, termasuk pemanfaatan program Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan berbagai program pendukung lainnya.
“Penguatan UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan. Festival ini diharapkan menjadi etalase budaya sekaligus penggerak ekonomi yang mampu mengangkat identitas Kabupaten Bandung ke tingkat yang lebih luas,” kata Ali.*





